5.Oei Bian Hok
Dia merupakan pendiri dari PT Gelora Djaja atau yang dikenal sekarang dengan nama Wismilak.
Oei Bian Hoek bersama dengan Lie Koen Lie dan Liem Sien Nio mendirikan PT Gelora Djaja pada tahun 1962 di Jl. Petemon Barat, Surabaya, Jawa Timur.
Pada awalnya mereka hanya memiliki 10 orang karyawan untuk membuat rokok.
Namun kini total pekerja di perusahaan Wismilak sudah mencapai 3 ribu karyawan lebih yang bekerja.
Dalam laporan keuangan Wismilak, perseroan membukukan penjualan neto Rp757,5 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2022. Penjualan ini naik 32,65 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp571 miliar.
4. John Kusuma
Orang terkaya di Indonesia yang berkecimpung dalam bisnis rokok adalah John Kusuma. Melansir dari Forbes, John Kusuma menduduki kursi ke 32 dari 50 orang terkaya di Indonesia. Pada tahun 2022 kekayaannya mencapai USD 1,2 miliar atau Rp 18,744 triliun.
John Kusuma merupakan generasi ketiga yang mewarisi bisnis rokok PT Nojorono Tobacco International. Bisnis rokok tersebut sudah berdiri sejak tahun 1932 oleh Tan Djing Thay dan Ko Djie Siong.
PT Nojorono Tobacco International berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Minak Djinggo dan Class Mild merupakan produk keluaran PT Nojorono Tobacco.
3. Putera Sampoerna
Putera Sampoerna menjadi penjual rokok terkaya di Indonesia selanjutnya. Berdasarkan Forbes, kekayaannya mencapai USD 1,8 miliar. Tak heran keluarga Sampoerna menduduki kursi ke 25 orang terkaya di Indonesia.
Tahun 2005, keluarga Sampoerna telah menjual bisnis rokoknya Phillips Morris. Perusahaan HM Sampoerna terjual dengan harga USD2 miliar atau Rp31,241 triliun. Kini Putera Sampoerna menjalankan berbagai macam sektor bisnis mulai dari perkebunan, keuangan, pengolahan kayu, properti, dan telekomunikasi.