BALI - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa inflasi Indonesia termasuk yang rendah di ntara negara-negara G20.
Tak hanya itu, utang pemerintah terhadap PDB juga termasuk yang paling rendah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah hingga akhir September 2022 tercatat Rp7.420,47 triliun atau 39,3% terhadap produk domestik bruto (PDB), di bawah ambang batas yang ditetapkan dalam UU Keuangan Negara, yaitu 60% terhadap PDB.
BACA JUGA:Luhut Ungkap Rahasia Ekonomi RI Bangkit Cepat Pasca Pandemi Covid-19
"Ini orang bilang utang-utang? Ya orang-orang yang tak jelas aja itu. Utangnya kita paling rendah, pake GDP ngukurnya, jadi teman-teman sekalian, itu Indonesia, itu negara kita," ujar Luhut dalam 4th Indonesia Fintech Summit 2022 secara virtual di Bali, Kamis(10/11/2022).
Dia juga menjelaskan bahwa Indonesia sedang melakukan transformasi ekonomi, dari yang tadinya sangat bergantung pada komoditas. Dulu Indonesia hanya mengekspor bahan mentah.
"Ini yang membuat perubahan Indonesia, kita gak rely ke commodities lagi. Dulu kita hanya ekspor bahan mentah, kita sekarang masuk ke value-added. Misal dulu kita ekspor bijih nikel mentah, saat ini kita ekspor langsung besi dan baja, dan di masa depan kita mengekspor baterai lithium dan kendaraan listrik," ungkap Luhut.
Dia mencontohkan, ekspor besi dan baja Indonesia ke dunia di tahun 2015 hanya sebesar USD1,2 miliar. Angka ini meningkat signifikan, mencapai USD20,9 miliar di 2021 dan diproyeksikan akan mencapai USD27,8 miliar di tahun ini.
"Anda lihat angka-angka ini. Orang bilang kita dikontrol oleh China, ga ada. Nobody, no country can control Indonesia, I'm telling you," tegas Luhut.
Dia menyebutkan bahwa ekspor Indonesia USD232 miliar selama pandemi Covid-19. Defisit perdagangan dengan China sendiri mencapai USD17 miliar di 2019.
"Boleh engga berhenti bicara yang dibalik-balik itu? Tahun lalu defisit trade kita dengan China di USD2,5 miliar. Jadi, saya tegaskan tidak ada Indonesia dikontrol China. Listrik kita itu 4-5 sen per kwh, sementara di China sana 9-12 sen per kwh, cost transportasi kita dari satu pulau ke pulau lain ya USD1-2 per ton, tapi ke China itu USD15-20, who can beat us? Banyak kita enggak memikirkan ini," pungkasnya.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.