Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RAPBN 2027 Diklaim Ekspansif, Ekonom Soroti Postur Beban Utang Meningkat

Rohman Wibowo , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2026 |19:20 WIB
RAPBN 2027 Diklaim Ekspansif, Ekonom Soroti Postur Beban Utang Meningkat
RAPBN 2027 (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah mengklaim bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dirancang secara ekspansif dinilai bertolak belakang dengan struktur indikator fiskal yang sebenarnya.

Alih-alih mendorong akselerasi ekonomi secara leluasa, postur anggaran tahun depan dinilai justru memperlihatkan sinyal pengetatan, lonjakan penarikan utang yang melampaui defisit, serta penumpukan beban kuasi-fiskal di luar neraca resmi APBN.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia M. Faisal menilai arah kebijakan fiskal tahun depan tidak mencerminkan karakteristik anggaran yang agresif dalam mendorong perekonomian. 

Berbagai indikator utama APBN justru menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan belanja yang dibarengi dengan penyusutan defisit secara ketat.

"Meskipun disebut ekspansif, seluruh indikator postur RAPBN 2027 justru menunjukkan pengetatan dengan belanja negara yang hanya tumbuh 3,9 persen, defisit menyusut ke Rp671,2 triliun, dan keseimbangan primer direncanakan lebih rendah," ujar Faisal dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).

Faisal memaparkan soal celah fiskal terbesar saat ini justru berada di luar postur anggaran (off-budget). Beban tersebut bersumber dari penugasan subsidi energi, mandat investasi kepada Danantara dan lembaga Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank BUMN (Himbara), hingga skema burden sharing bersama Bank Indonesia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement