Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Dia 'Harta Karun' EBT di Indonesia, Potensi 437 Gigawatt

MNC Portal , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |11:41 WIB
Ini Dia 'Harta Karun' EBT di Indonesia, Potensi 437 Gigawatt
Intip Potensi Energi Terbarukan Indonesia. (Foto: Okezone.com)
A
A
A

JAKARTA – Indonesia memiliki potensi sumber energi baru terbarukan (EBT) yang melimpah dengan total kapasitas 437,4 gigawatt (GW). Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat membuka helatan acara jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

“Kami memiliki potensi energi baru dan terbarukan mencapai 437 gigawatt,” kata luhut di Bali, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga: RUU Energi Terbarukan, Skema Power Wheeling Perlu Dikaji Ulang

Luhut juga mengungkap Indonesia memiliki sumber cadangan energi lain yaitu nikel.

“Kami memiliki cadangan nikel terbesar dengan 72 juta ton dan cadangan terbesar kedua terbesar dan terpisah adalah tembaga,” kata dia.

Baca Juga: Kurangi Emisi Karbon, Taiwan Kembangkan Energi Terbarukan Kapasitas 12,3 GW

Dari berbagai potensi energi tersebut Luhut ingin menjadi negara yang bisa mengolah sumber energinya secara mandiri. Hal tersebut dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

Luhut mengatakan, dari banyaknya potensi dan cadangan yang dimiliki Indonesia, pemerintah Indonesia memiliki target ambisius yaitu menjadikan Indonesia masuk dalam negara dengan pendapatan masyarakat yang tinggi.

“Impian kita, 2030 Pendapatan per kapita kita seharusnya sekitar USD10 ribu dan hari ini, USD4 ribu tentu saja, kami mencoba menumbuhkan ekonomi kami dan mengurangi dampak perubahan iklim terhadap transisi energi dekarbonisasi,” jelas dia.

Selfie Miftahul Jannah

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement