Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kanada Bakal Bangun Bandara Hijau di Kaltara Rp3 Triliun

Fayha Afanin Ramadhanti , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2022 |13:12 WIB
 Kanada Bakal Bangun Bandara Hijau di Kaltara Rp3 Triliun
Kanada Bakal Bangun Bandara Hijau di Kaltara (Foto: B20 Summit)
A
A
A

DENPASAR - Kanada akan melakukan studi dan pembangunan green airport di Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total estimasi rencana investasi sebesar USD200 Juta atau setara dengan Rp.3 triliun.

Hal ini ditandai dengan tripartite agreement antara PT Whitesky Facility, Pemerintah Kanada, dan Pemerintah Daerah Kaltara mengenai the Green Airport Initiative pada rangkaian acara Net Zero Summit dan B20 Invesment Forum yang disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Ketua Umum KADIN Indonesia Arsjad Rasjid dan Chairwomen B20, Shinta W Kamdani di Nusa Dua, Bali.

Penandaangan ini juga sebagai upaya mendukung pembangunan sarana transportasi di Tanah Air yang ramah lingkungan dengan dukungan pendanan non APBN,

“Dalam Nota Kesepahaman disepakati jika Pemerintah Kanada melalui Canadian Commercial Corporation akan mendukung studi dan pengembangan green airport di Kaltara dengan total estimasi rencana investasi sebesar USD200 juta atau setara dengan Rp3 triliun. Di mana kesepakatan ini merupakan satu dari 10 Nota Kesepahaman yang dilakukan pada event B20,” kata Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Perhubungan, Denon Prawiraatmadja dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/11/2022).

BACA JUGA:Menanti Jalan Keluar KTT G20 Antisipasi Ancaman Resesi 2023 

Dia menjelaskan bahwa green airport yang dimaksud ini adalah low carbon yang sumber energi bukan dari minyak bumi namun dengan solar panel, lalu untuk pengelolaan sumber airnya dilakukan dengan hidro dan blue energy. Dan itu semua akan dilakukan studinya di Kaltara.

Jika studi tersebut berjalan lancar dan hasil bagus pihaknya akan membangun Bandara di Kaltara. Di mana bandara tersebut akan dioptimalkan untuk menunjang ekspor produk hasil laut unggulan di daerah tersebut ke mancanegara, seperti udang, ikan, kepiting dan lainnya.

“Inisiatif proyek ini dari Gubernur Kalimantan Utara, dan KADIN Indonesia Bidang Perhubungan membawa investor dari Kanada untuk mengenbangkan green airport, yang nantinya bandara tersebut akan dikhususkan untuk ekspor dan impor produk-produk lokal di Kaltara,” katanya.

Dari studi ini juga nanti akan ditentukan terkait letak dan posisi yang tepat untuk pembangunan bandaranya nanti dan juga terkait fasilitas pendukung lainnya termasuk konektivitas dalam pengankutan produk-produk laut yang akan di ekspor melalui bandara tersebut.

“Diharapkan tahun 2024 studi dan profile investasi sudah dapat diimplementasikan di Kalimantan Utara dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah tersebut. Dan kami juga berharap pada tahun 2024 di Kalimantan Utara sudah berdiri dan beroperasi green airport dengan pembiayaan dari investor Kanada,” katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement