Share

Luhut ke Negara Maju: Jangan Dikte Indonesia!

Heri Purnomo, MNC Portal · Jum'at 11 November 2022 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 11 320 2705840 luhut-ke-negara-maju-jangan-dikte-indonesia-Gp9xgmeuPS.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan merasa geram mengenai besaran karbon beberapa negara maju peserta G20 yang melebihi ambang batas sebesar 4,5 ton per kapita sedangkan Indonesia hanya menyumbang 2,5 ton per kapita.

Namun, Indonesia malah diminta menurunkan emisi karbon bersama-sama dengan negara maju yang nyatanya lebih banyak menyumbang emisi karbon.

"Bagaimana tidak? 80% emisi karbon dunia pada dasarnya disumbangkan oleh anggota G20, dan Indonesia adalah 2,3 ton per kapita, jauh dari ambang batas," kata Luhut dikutip dari akun Instagramnya, Jumat (11/11/2022).

Bahkan, Luhut menyebut negara maju seperti Amerika menghasilkan emisi karbon mencapai 14,7 ton per kapita dan itu jauh dari ambang batas.

Oleh karenaya, Luhut mengatakan kepada tamu undangan dan delegasi dalam acara Net Zero Summit and B20 Investment Forum Opening Ceremony yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN Indonesia) di Bali, bahwa Indonesia tidak perlu didikte terkait penanganan perubahan iklim.

"Saya sampaikan bahwa Indonesia tidak perlu didikte soal climate change," katanya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Luhut mengatakan, dalam menciptakan kebijakan yang adil dan berkelanjutan untuk masa depan anak cucu kita adalah tanggung jawab moral yang harus dipenuhi oleh semuanya, bukan hanya Indonesia.

"Begitu pula sering saya sampaikan kepada para staf di kantor yang sebagian besar masih muda, bahwa kita harus cermat menghitung kebijakan yang akan kita buat," katanya.

"Karena saya tidak ingin generasi mendatang, baik generasi mereka maupun generasi keturunan kita nanti, jadi rusak akibat terdampak kebijakan yang salah," tambahnya.

Oleh larena itu, Indonesia Net Zero Summit 2022 yang jadi bagian integral dari Presidensi G20 adalah momen penting bagi Indonesia dalam memperluas koneksi dan dan kolaborasi untuk dekarbonisasi industri dari perusahaan Indonesia serta perusahaan regional dan global.

"Saya berharap ada hasil yang konkrit dan kesepakatan yang solid dalam rangka menciptakan gelombang baru inisiatif dekarbonisasi, sehingga menjadi kekuatan positif bagi pemerintah Indonesia untuk lebih berambisi dalam inisiatif dekarbonisasi nasional," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini