Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Minta G20 Segera Ambil Tindakan soal Krisis Global, Jokowi: Jika Tidak 2023 Bakal Lebih Suram

Zuhirna Wulan Dilla , Jurnalis-Selasa, 15 November 2022 |10:53 WIB
Minta G20 Segera Ambil Tindakan soal Krisis Global, Jokowi: Jika Tidak 2023 Bakal Lebih Suram
Presiden Jokowi membuka KTT G20 di Bali hari ini. (Foto: YouTube/Setpres)
A
A
A

BALI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka hari pertama puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada hari ini, Selasa (15/11/2022).

Jokowi mengatakan bahwa saat ini dunia sedang mengalami tantangan yang luar biasa.

Di mana banyak krisis yang terjadi meski pandemi Covid-19 belum kunjung usai.

 BACA JUGA:Presiden Jokowi Angkat Semangat Demokrasi RI dalam KTT G20

"Pandemi Covid-19 belum usai, rivalitas terus menajam, perang terjadi. Dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan, energi, dan keuangan sangat dirasakan dunia terutama negara berkembang," ujar Jokowi dikutip dari tayangan video di YouTube Sekretariat Presiden pagi ini.

Adapun Jokowi juga menyinggung soal masalah pupuk jangan disepelekan.

"Jika kita tidak segera mengambil langkah agar ketersediaan pupuk mencukupi dengan harga terjangkau, maka 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram," tegasnya.

Dia mengungkapkan kalau tingginya harga pangan saat ini dapat semakin buruk menjadi krisis tidak adanya pasokan pangan.

Sehingga ini membuat kekhawatiran jika bisa saja terjadi kelangkaan pasokan.

"Kelangkaan pupuk dapat mengakibatkan gagal panen di berbagai belahan dunia. 48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pangan tertinggi akan hadapi kondisi yang sangat serius. Selain itu, kita juga melihat tatanan dunia dan hukum internasional juga sedang diuji," pungkasnya.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement