Share

Ini Alasan Jokowi Setiap Hari ke Pasar

Antara, Jurnalis · Senin 21 November 2022 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 21 320 2711587 ini-alasan-jokowi-setiap-hari-ke-pasar-ZQMo17uvvE.jpg Presiden Jokowi Sering ke Pasar (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menteri tidak keliru membuat kebijakan, terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak.

Dia menjelaskan bahwa, kenapa dirinya sering meninjau pasar-pasar dalam berbagai kesempatan kunjungan di daerah, yakni agar dapat membuat kebijakan yang tepat.

"Kenapa setiap hari, hampir setiap minggu, saya masuk ke pasar-pasar. Baru saja tadi pagi saya juga masuk ke pasar di Boyolali, saya cek harga-harga yang naik apa, harga yang stabil apa. Supaya kita dapat feeling-nya. Jangan keliru kita membuat kebijakan,” terangnya, Senin (21/11/2022).

Joko Widodo menyampaikan neraca perdagangan Indonesia selama 30 bulan berturut-turut selalu surplus. Sementara di negara lain hal serupa tidak terjadi.

“Sekarang ini urusan yang namanya BBM saja, pusing semuanya. Urusan yang namanya pangan kekurangan semuanya. Ini semua negara, kenaikan bisa 30 persen, bisa 40 persen, bisa 50 persen. Ini stabilitas harga kita masih bisa kita pertahankan, ini lah yang harus kita sampaikan agar kita optimis tetapi harus tetap hati hati dan harus tetap waspada,” kata Joko Widodo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ingatkan Menteri Kabinet untuk Hati-Hati Buat Kebijakan seluruh jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju untuk berhati-hati dalam membuat kebijakan di tengah situasi krisis global yang terjadi saat ini.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

“Hati-hati membuat kebijakan, begitu salah sedikit bisa berdarah-darah dan itu sudah ada contohnya. Saya kira saudara-saudara tahu. Inggris salah sedikit kebijakan, salah membuat policy hasilnya bisa ke mana-mana. Ini lah yang kita tidak mau. Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini,” kata Jokowi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini