Share

Segini Jumlah Karyawan Tetap GoTo Usai PHK Massal

Dinar Fitra Maghiszha, MNC Portal · Selasa 22 November 2022 07:22 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 22 320 2712184 segini-jumlah-karyawan-tetap-goto-usai-phk-massal-fTb7avLFfY.JPG GoTo PHK 1.300 karyawan. (Foto: GoTo)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan seluruh entitasnya mencatatkan jumlah karyawan tetap mencapai 10.541 orang hingga kuartal III/2022.

Jumlah ini berkurang setelah perseroan memecat sebanyak 1.300 orang.

Sebelum kebijakan PHK berlangsung di pertengahan November, jumlah 'kartap' GOTO pada kuartal III/2022 telah meningkat 1.497 orang atau sekitar 16,55% sejak akhir tahun 2021 yang berjumlah 9.044 karyawan tetap, sebagaimana tersaji di laporan keuangan, dikutip Selasa (22/11/2022).

Puluhan ribu loyalis perusahaan itu akhirnya tersingkirkan pada Jumat pekan lalu (18/11/2022), saat GOTO secara resmi mengumumkan pemutusan hubungan kerja.

 BACA JUGA:Usai PHK 1.300 Karyawan, GoTo Rencanakan Ini

Apabila mengacu pada jumlah total 'kartap' GOTO hingga triwulan ketiga (belum termasuk hitungan Oktober hingga November berjalan), maka setidaknya ada sebesar 12,33% karyawan tetap GOTO yang lengser dari pekerjaannya.

Perhitungan ini cocok dengan pernyataan manajemen GOTO sebelumnya bahwa PHK mencakup sekitar 12% dari total karyawan grup GoTo.

Artinya, hingga saat ini jumlah karyawan tetap GOTO tersisa 9.241 orang. Angka ini juga belum termasuk peluang pengangkatan atau pemutusan karyawan tetap baru untuk dua bulan awal di kuartal IV ini (Oktober - November).

Jika disandingkan pada kuartal sebelumnya, 9.241 orang karyawan tetap GOTO ini telah berkurang melampaui total karyawan tetap GOTO sejak semester I/2022 yang mencapai 9.630 orang, dan berada di atas level total karyawan tetap GOTO di kuartal I/2022 sebanyak 9.141 karyawan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Direktur Utama GOTO, Andre Soelistyo sebelumnya menjelaskan kebijakan pemecatan karyawan telah diperhitungkan secara matang sebagai bagian dari efisiensi dan optimalisasi keseluruhan beban perseroan.

Strategi ini juga diharapkan mampu memaksimalkan pertumbuhan monetisasi bisnis grup. Saat ongkos karyawan berkurang, maka dapat secara langsung berimbas terhadap ketahanan pendapatan GOTO.

"Keputusan PHK dilakukan agar mampu menjaga tingkat pertumbuhan sehingga terus memberikan dampak positif bagi jutaan konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang," kata Andre dalam keterangannya.

Selain PHK, GOTO juga melakukan efisiensi di bagian pemasaran-promosi, operasional, hingga pengembangan, seiring antisipasi terhadap ketidakpastian kondisi makroekonomi di tengah lonjakan inflasi dan tren kenaikan suku bunga.

"Sepanjang kuartal ketiga kami telah mengurangi belanja insentif, menghapus belanja promosi untuk kelompok konsumen nonaktif, dan terus menurunkan belanja pemasaran," kata Direktur Keuangan GOTO, Jackie Lou.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini