Share

Ramai Startup PHK Massal, Wapres Pastikan Bansos Tetap Berjalan

Binti Mufarida, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 15:49 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713333 ramai-startup-phk-massal-wapres-pastikan-bansos-tetap-berjalan-rrhPhlZP6l.JPG Wapres Maruf Amin. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang beberapa waktu, terutama di startup.

Wapres mengungkapkan ancaman resesi juga turut jadi penyebab PHK di startup.

“Pertama karena ada resesi ya, ini sudah mulai terjadi PHK dari beberapa termasuk perusahaan Startup, pemerintah secara umum sebenarnya sudah menyiapkan berbagai berbagai program antisipasi itu,” ujarnya saat memberikan keterangan di sela kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (23/11/2022).

 BACA JUGA:Wapres Maruf Amin Tiba di Tanah Air usai Lawatan 9 Hari ke Timur Tengah

Wapres menyebut langkah pemerintah salah satunya melalui program padat karya.

“Misalnya pertama itu melakukan upaya-upaya program padat karya ya, untuk menampung tenaga kerja yang ter PHK itu," katanya.

“Itu program-program besar itu dibagi kecil-kecil di daerah sehingga mereka masyarakat bisa bekerja, kemudian produk-produk UMKM juga bisa, bisa ikut partisipasi misalnya bata yang dibuat oleh masyarakat, genteng oleh masyarakat, sehingga padat karya ini termasuk jalan dan bangunan itu bisa menampung banyak walaupun tidak digunakan cara-cara yang teknologi tapi lebih padat karya,” paparnya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, Wapres mengatakan melalui pendidikan vokasi yang saat ini digalakkan pemerintah juga bisa menjadi langkah untuk mencetak kewirausahaan.

“Kemudian pendidikan keterampilan vokasi, pendidikan vokasi yang mengarah pada kewirausahaan," jelasnya.

Kemudian, kata Wapres, sekarang juga dibuka perhutanan sosial yang bisa digunakan masyarakat untuk masyarakat membuka lahan.

“(Pemerintah) membuka lahan, perhutanan sosial supaya masyarakat bisa memiliki akses pada lahan sehingga mereka bisa yang tidak punya pekerjaan," lanjutnya,

“Disamping tentu usaha besar-besaran untuk mendatangkan investasi ya seperti yang sudah dilakukan investasi di berbagai tempat ekonomi kawasan-kawasan ekonomi khusus, investor-investor itu kita hadirkan kemudian juga yang bisa menyerap tenaga kerja yang banyak,” tambahnya.

Dia memastikan kalau sebenarnya banyak sekali usaha-usaha yang sedang dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

"Yaitu bansos ya, bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang setiap tahun dianggarkan oleh pemerintah. Itu bagian-bagian daripada untuk menanggulangi berbagai tenaga kerja yang ter-PHK ataupun yang belum punya lapangan kerja,” pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini