Share

Buwas Ungkap Alasan Bulog Bakal Impor Beras

Advenia Elisabeth, MNC Portal · Kamis 24 November 2022 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 24 320 2713740 buwas-ungkap-alasan-bulog-bakal-impor-beras-zHbaxPBvFU.jpg Beras Bulog (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau akrab disapa Buwas memberi alasan pihaknya menggulirkan rencana impor beras.

Untuk diketahui bersama, sebelumnya Buwas menuturkan bahwa jumlah stok yang dikuasai Bulog saat ini sebanyak 625 ribu ton beras di dalam negeri. Lalu, ada 500 ribu ton beras komersial yang berada di luar negeri. Langkah ini diambil guna memenuhi target 1,2 juta ton beras hingga akhir tahun 2022.

Buwas menjabarkan, total realisasi penyerapan cadangan beras pemerintah (CBP) hingga 22 November 2022 adalah 912 ribu ton. Dengan total penyerapan tertinggi di bulan Maret dan Juni 2022 sekitar 50-60 persen.

"Ini saat harga masih sesuai ketentuan Permendag, kita menyerap CBP dengan harga Rp8.300/kg untuk beras medium," kata Buwas dikutip di Jakarta, Kamis (24/11/2022).

"Namun, sejak mulai pertengahan Juli ada peningkatan harga, saat itu kita tidak bisa lagi menyerap Rp8.300 per kg maka melalui Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) saat itu ada fleksibilitas harga jadi sampai bulan Desember diperkenankan untuk membeli beras dengan harga Rp8.800 per kg untuk CBP," sambungnya.

Dalam proses perjalanannya, Buwas menuturkan, dari target yang ditentukan, Bulog hanya bisa menyerap sebanyak 44 ribu ton. Di mana angka ini sangat jauh dari yang diprediksi yakni sebesar 500 ribu ton.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Akibatnya, ucap dia, pemerintah mencabut kebijakan fleksibilitas harga beras menjadi mengikuti harga pasar.

"Kami kemudian membeli beras dengan harga komersial, Rp8.900-10.200 per kg. Tapi, itu pun penyerapannya nggak sampai 100 ribu ton. Karena memang sudah nggak ada panen. Di Sulawesi Selatan, NTB, Jawa Barat, nggak ada, Lampung gagal panen," terang Buwas.

"Sebelumnya kami sudah kontrak di sana (Sulsel) 300 ribu ton, Lampung, Jatim, Jabar itu kontraknya 250 ribu ton dengan harga komersial. Namun pada proses perjalanannya kita hanya bisa menyerap kurang dari 50 ribu ton," ungkapnya.

Meski demikian, kata Buwas, pihaknya masih meminta bantuan kepada Kepala Daerah dan pengusaha beras besar untuk dibeli dengan harga komersil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini