Share

Dirut Bulog Tagih Janji Kementan soal Beras 500 Ribu Ton

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Rabu 23 November 2022 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 23 320 2713562 dirut-bulog-tagih-janji-kementan-soal-beras-500-ribu-ton-EhTK7V18Ee.JPG Beras. (Foto: MPI)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) hingga kini belum merealisasikan 500.000 ton beras yang dijanjikan kepada Perum Bulog.

Janji tersebut menyusul rendahnya serapan beras yang dilakukan BUMN pangan tersebut.

Direktur Utama Bulog, Budi Waseso atau Buwas menyebut janji Kementan disampaikan Kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam rapat koordinator terbatas (rakortas).

Pada, saat itu Kementan berkomitmen menyediakan beras agar dibeli Bulog dalam waktu kurang lebih sepekan.

 BACA JUGA:Harga Beras Naik Jelang Akhir 2022, Kepala Badan Pangan Panggil Kementan hingga Bulog

"Bahkan pada saat itu ada yang janji di depan Pak Menko bahwa kurun waktu tidak sampai seminggu akan menyetor beras 500.000 ton beras Pak untuk Bulog," ujar Buwas saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Bahkan, Bulog menyanggupi membayar sebanyak 1 juta ton stok beras, jika jumlahnya bisa disediakan Kementan.

BUMN pangan itu memang tidak mampu menyerap 1,2 juta ton beras dari petani lokal. Lantaran stok gabah di tingkat petani mulai menipis hingga harga gabah yang mengalami kenaikan.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Adapun serapan beras Bulog saat ini mencapai 594.856 ton atau paling rendah dibandingkan serapan beras sebelumnya.

"Karena waktu itu ada di dalam forum rakortas pak, jadi sudah disepakati dan kami siapkan, bahwa kami siap membelinya, bahkan 1 juta pun kami siapkan anggarannya, walaupun anggarannya utang, tapi kesimpulan bahwa Bulog siap menyerap dalam negeri," kata dia.

Sampai hari ini Bulog masih menargetkan serapan beras dalam negeri sebesar 550.000 ton, meski belum terealisasi. Serapan beras pun disesuaikan dengan harga pasar atau komersial senilai Rp 10,200 dan bukan harga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Bulog, lanjut Buwas, juga telah melakukan pendekatan kepada pengusaha beras agar bisa mendapat stok beras. Hanya saja, pengusaha swasta tidak bersedia memberikan meski dengan harga komersil. Sikap tersebut lantaran pengusaha menjaga supply untuk pasarnya.

"Ini fakta di lapangan seperti itu, buka kita tidak berpihak kepada petani, justru saya sangat berpihak kepada petani, bukti 4 tahun terakhir Bulog, CBP dari dalam negeri, tidak pernah kita impor, karena barangnya ada walau mahal. Kita tetap beli pak," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini