Share

Akhiri Kerja Sama, Adidas Selidiki Kanye West yang Disebut Kerap Pamer Foto Porno

Agregasi VOA, Jurnalis · Jum'at 25 November 2022 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 25 320 2714563 akhiri-kerja-sama-adidas-selidiki-kanye-west-yang-disebut-kerap-pamer-foto-porno-9VWZjYO186.jpg Kanye West (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Adidas mengatakan pihaknya menyelidiki tuduhan terhadap Kanye West, setelah sebuah laporan memberitakan perilakunya yang tidak pantas, beberapa minggu setelah raksasa pakaian olahraga asal Jerman itu mengakhiri kerja samanya dengan rapper tersebut pada hari Kamis (24/11/2022).

Majalah AS Rolling Stone melaporkan klaim bahwa West memainkan konten pornografi ke hadapan staf Adidas dalam rapat, mendiskusikan pornografi dan menunjukkan foto mesra mantan istrinya, Kim Kardashian, dalam beberapa wawancara kerja.

Majalah itu mengatakan bahwa mantan anggota tim yang terlibat dalam “Yeezy” – lini produk yang dirancang bersama West–telah merilis surat yang menuduh eksekutif Adidas mengetahui perilaku yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun itu, tetapi menutup mata.

“Belum jelas hingga saat ini apakah tuduhan yang dibuat dalam surat anonim itu benar adanya,” kata Adidas dalam pernyataannya.

“Meski demikian, kami menganggap sangat serius tuduhan-tuduhan ini dan telah mengambil keputusan untuk segera meluncurkan penyelidikan independen atas masalah ini untuk mengatasi tuduhan-tuduhan tersebut," katanya.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Laporan Rolling Stone, yang mengutip mantan staf yang tidak disebutkan namanya, menuduh sang rapper menggunakan taktik intimidasi terhadap pegawai, yang sering kali ditujukan terhadap wanita.

Dalam surat itu, para mantan pegawai Yeezy mendesak Adidas untuk mengatasi “lingkungan beracun dan kacau yang diciptakan Kanye West.

Pengungkapan tersebut muncul setelah Adidas pada bulan lalu mengakhiri kerja samanya yang menguntungkan dengan West, yang secara resmi dikenal sebagai Ye, setelah serangkaian pernyataan anti-Yahudi yang disampaikannya.

Ketika itu perusahaan tersebut mengatakan bahwa pernyataan West tidak dapat diterima, penuh kebencian dan berbahaya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini