Share

Minta Perbankan Beri Bunga Spesial Eksportir, Menko Airlangga: Ini Persoalan Klasik

Antara, Jurnalis · Jum'at 02 Desember 2022 13:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 02 320 2719265 minta-perbankan-beri-bunga-spesial-eksportir-menko-airlangga-ini-persoalan-klasik-c9hI3jsM4w.jfif Menko Airlangga Minta Perbankan Berikan Kredit Spesial ke Eksportir. (Foto: Okezone.com/Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Pemerintah minta perbankan memberikan suku bunga spesial kepada para eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, lantaran masih banyak eksportir yang hanya sebentar menempatkan DHE di Indonesia dan kemudian dipindahkan ke perbankan di luar negeri.

Baca Juga: Ngeri! Tak Bisa Ambil Uang Miliknya Rp3,2 Miliar, Nasabah Ini Serbu Bank Pakai Senjata

"Ini persoalannya klasik, selalu eksportir mengatakan di luar negeri mereka mendapat bunga 3%, sedangkan di Indonesia tingkat bunga untuk penempatan dolar AS itu relatif masih over the counter," ujar Airlangga, dikutip dari Antara, di Jakarta, Jumat (2/12/2022).

Menurutnya, kondisi itu sangatlah disayangkan karena neraca dagang Indonesia sudah mengalami surplus 30 bulan berturut-turut, di mana rata-rata setiap bulan surplus mencapai USD5 miliar.

Baca Juga: Gaya Hidup Bikin Milenial Terjebak Tantangan Keuangan, Ini Solusi dari Bank Jago

Dengan demikian keuntungan tersebut seharusnya bisa menjadi dukungan ketahanan eksternal Indonesia, namun nyatanya cadangan devisa Indonesia justru menurun saat ini.

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Oktober 2022 tetap tinggi sebesar USD130,2 miliar, meski sedikit turun dibandingkan dengan posisi pada akhir September 2022 yang sebesar USD130,8 miliar.

Maka dari itu, Airlangga menilai turunnya cadangan devisa menjadi pekerjaan rumah untuk memperdalam sektor ekonomi yang menghasilkan dolar AS, terutama yang melakukan ekspor.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

"Kemarin Gubernur BI juga sudah mengatakan bahwa akan memberikan Giro Wajib Minimum (GWM) khusus untuk menarik devisa ke dalam negeri," tambahnya

Selain cadangan devisa, ia mengungkapkan penurunan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia turut menjadi kekhawatiran saat ini.

Meski masih dalam level ekspansi, yakni 50,3 pada November 2022, tetapi level tersebut kian menurun dari Oktober 2022 yang sebesar 51,8 dan September 2022 sebesar 53,7.

Penurunan PMI Manufaktur itu juga dirasakan oleh berbagai negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok yang sudah berada di bawah level 50.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini