Share

Ajak Negara Pulau dan Kepulauan Tentukan Nasib Sendiri, Luhut: Kita Harus Senasib dan Sepenanggungan

Heri Purnomo, MNC Portal · Rabu 07 Desember 2022 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 320 2722457 ajak-negara-pulau-dan-kepulauan-tentukan-nasib-sendiri-luhut-kita-harus-senasib-dan-sepenanggungan-PDN3s4H0VH.JPG Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak negara-negara pulau dan kepulauan menentukan nasib sendiri dalam menghadapi tantangan global.

“Kehidupan kita terikat pada lautan. Lautan adalah rumah kita. Kita harus mengelola rumah kita sendiri dan menentukan sendiri nasib kita. Dalam Bahasa Indonesia kami mengenal istilah senasib, sepenanggungan. terlepas dari perbedaan kita, kita menghadapi tantangan yang sama. Dengan tanggung jawab bersama, kita akan berhasil,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Luhut komitmen untuk mendirikan Forum AIS memang dilakukan di Indonesia.

Namun Forum AIS bukan milik Indonesia sendiri.

 BACA JUGA:Anak Buah Luhut Yakin Investasi Geber Ekonomi di Tengah Krisis Global

"Keinginan Indonesia adalah mendorong kolaborasi. Kami tidak berada di forum ini hanya untuk duduk dan bicara. Kami mau bekerja. Kami tidak berkeberatan memulai dari hal yang kecil, dari bawah ke atas. Kami ingin bergerak naik dan bergerak maju secara berkelanjutan, menciptakan kemajuan yang bertahap, tapi konkret,” katanya.

AIS Forum atau Forum Negara Pulau dan Kepulauan adalah platform kerja sama konkret untuk bersama-sama mengatasi tantangan dan permasalahan yang dihadapi, khususnya pada sektor pembangunan kelautan.

AIS Forum yang pendiriannya dideklarasikan di Manado, Indonesia, pada 2018 lalu, melibatkan 47 negara pulau dan kepulauan dari seluruh dunia.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Dalam beberapa tahun belakangan, kerja sama Forum AIS sudah menghasilkan kemajuan dan hasil yang konkret.

Antara lain ada pelatihan kewirausahaan di Fiji, Solomon Islands, Tonga, Samoa, and Vanuatu, lebih dari 200 sesi pertukaran pengalaman, pelatihan, dan bantuan teknis, engagement dengan lebih dari 1000 startup, serta program riset, beasiswa, dan peningkatan kemampuan yang diberikan untuk lebih dari 300 calon pemimpin bidang kelautan di masa depan.

Sementara itu, pada tahun depan, AIS Forum berencana menjalin koordinasi dan kerja sama dengan berbagai organisasi dan inisiatif regional dan global yang telah well-established, seperti Aliansi Negara-Negara Pulau Kecil (AOSIS), Komunitas Karibia (Caricom), Negara Pulau Kecil dan Berkembang (SIDS), Inisiatif Segitiga Koral tentang Terumbu Karang, Perikanan, dan Keamanan Pangan (CTI-CFF), Melanesian Spearhead Group (MSG), Forum Pembangunan Pulau-Pulau Pasifik (PIDF), dan Forum Pulau-Pulau Pasifik (PIF).

"Hal ini dilakukan dengan harapan dapat menyebarluaskan manfaat nyata program dan aktivitas pembangunan AIS Forum kepada lebih banyak anggota masyarakat dan komunitas lokal dan global," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini