Share

Ada Aset Rp1,46 Triliun di Jakarta saat IKN Pindah ke Kaltim, Jangan Dianggurin Ya!

Michelle Natalia, MNC Portal · Kamis 08 Desember 2022 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 08 470 2723039 ada-aset-rp1-46-triliun-di-jakarta-saat-ikn-pindah-ke-kaltim-jangan-dianggurin-ya-SM6uZo6aEp.jfif Pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke Kaltim. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan perhitungan nilai aset di Jakarta yang perlu dikelola ketika Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan Timur. Tercatat aset di Jakarta yang mesti dikelola mencapai Rp1.464 triliun.

"Berdasarkan penghitungan kami dan juga DI DJKN selama tiga tahun terakhir, (angka) asetnya mencapai Rp1.464 triliun," ujar Sri dalam Workshop Recycling and Management of State Assets secara virtual di Jakarta, Rabu (8/12/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani Bicara Nasib Jakarta setelah Ibu Kota Negara Pindah

Aset negara di Jakarta akan dikelola pihak Kemenkeu secara terintegrasi setelah nantinya para pegawai Kementerian/Lembaga (K/L) pergi meninggalkan Jakarta dan menetap di IKN.

"Asetnya perlu dikelola supaya memberikan nilai tambah yang lebih tinggi dari nilai pengelolaannya, diidentifikasi bagaimana keberlanjutan pengelolaannya ini bisa membawa keuntungan bagi negara, nantinya apakah akan disewakan atau untuk tujuan lainnya," ungkap Sri.

Baca Juga: IKN Nusantara Jadi Katalis Perbaikan Ketimpangan Indonesia Barat dan Timur

Menurutnya, proses pemindahan IKN tidak sepenuhnya berpusat pada upaya pemerintah, tetapi juga keterlibatan peran swasta dan para pelaku usaha. Hal ini karena pemindahan ke IKN tentunya juga bertahap, sehingga perlu disortir aset mana yang harus ditinggalkan terlebih dahulu dan perlu secepatnya dikelola.

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Namun, meski IKN pindah, Sri menekankan bahwa hal ini tidak serta merta membuat Jakarta menjadi lumpuh, atau menjadi kurang bernilai.

"Karena suka atau tidak, berbicara soal Jakarta, ini bukan hanya soal gedung-gedung pemerintah, tetapi juga aktivitas pemerintah yang menarik banyak multiplier yang tidak boleh diremehkan. Jakarta perlu di-redesign, diubah jadi kota dengan aktivitas non-pemerintah, banyak dimensi yang harus di-handle dalam transisi pengelolaan aset eksisting dan pemindahannya ke IKN nanti," pungkas Sri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini