JAKARTA- PT Bank KB Bukopin, Tbk (“KB Bukopin”) semakin menunjukan tren positif dalam penyaluran kredit di penghujung tahun 2022. KB Bukopin secara resmi menjalin kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Persero) (“PT Pos”) dalam hal pembiayaan kredit modal kerja senilai Rp200 Miliar.
Penandatanganan perjanjian kerjasama pembiayaan kredit antara KB Bukopin dan PT Pos Indonesia (Persero) dilaksanakan pada hari Rabu 7 Desember 2022 yang bertempat di Kantor Regional PT Pos Indonesia (Persero) Jl. Lapangan Banteng No.1, Sawah Besar, Jakarta.
Perwakilan KB Bukopin yang turut hadir yaitu Robby Mondong selaku Deputy President Director, Feisel Martha selaku Wholesale Business Division Head, dan Yupiter TH Simbolon selaku SOE & Institution Department Head. Sedangkan untuk perwakilan PT Pos Indonesia (Persero) turut dihadiri oleh Faizal Rochmad Djoemadi selaku Direktur Utama, Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman selaku Direktur Keuangan, beserta jajaran manajemen PT Pos lainnya.
Deputy President Director KB Bukopin Robby Mondong menyampaikan bahwa “Penyaluran pembiayaan kredit senilai Rp 200 Miliar dari Bank KB Bukopin merupakan bentuk dukungan kami terhadap kemajuan PT Pos Indonesia (Persero). Kami melihat perkembangan PT Pos Indonesia melalui proses transformasinya telah dijalani dengan baik dan memiliki potensi luar biasa d masa depan. KB Bukopin senantiasa berkomitmen untuk dapat mendorong tumbuh kembang bisnis untuk setiap debitur”.
Sebagai informasi, pembiayaan yang diberikan KB Bukopin kepada PT Pos Indonesia (Persero) senilai Rp200 Miliar merupakan fasilitas pembiayaan Modal Kerja yang digunakan untuk mendanai kegiatan operasi antara lain pengantaran/ kurir (surat, paket, e-commerce), logistik, jasa keuangan (remitansi, pembayaran tagihan, atau distribusi uang PNS), termasuk government services, seperti Public Services Obligation (PSO), distribusi materai, penerimaan setoran pajak, kiriman surat dinas, dan sebagainya. Ini menjadi langkah awal Kerjasama ekosistem bisnis antara Bank KB Bukopin dengan PT Pos Indonesia (Persero) untuk bisnis lainnya seperti kredit kepada pensiunan dan lain-lain.