GRESIK - Petronas PC Ketapang II Ltd telah berhasil merealisasikan lifting minyak sebanyak 2,76 juta barel dan juga total penjualan gas sebanyak 13,189 MMSCF hingga akhir 2022.
Adapun atas pencapaian itu, Pengawas Internal SKK Migas Eko Indra Heri mengatakan kalau dalam produksi minyak dan gas (migas) di Petronas Ketapang tidak ada kejadian yang menghambat operasional hingga akhir 2022 kemarin.
Namun, Eko menyebut Petronas Ketapang masih harus terus melakukan evaluasi dan improvement agar kinerja tahun 2023 dapat lebih ditingkatkan lagi, khususnya lifting minyak yang masih perlu kejar.
“WK Ketapang memiliki fasilitas yang sangat mendukung, salah satunya proyek Bukit Tua Phase 2B yang telah onstream di bulan April 2022. Hal ini menjadikan PCK2L memiliki fasilitas operasional yang handal yang menjadi modal kuat untuk dapat mendukung kinerja yang lebih baik di masa mendatang”, kata Eko dalam acara Pelaksanaan Lifting Optimal di Akhir Tahun 2022, Gresik, Jawa Timur pada Sabtu (31/12/2022).
Dia juga memastikan untuk mengejar target di 2023, akan turut membantu berbagai program kerja Petronas selanjutnya.
“SKK Migas mendukung dan mendorong PCK2L untuk melakukan program kerja yang lebih agresif dan masif di tahun 2023, sehingga fasilitas yang dimiliki dapat dioptimalkan untuk mendukung pencapaian target 2023 serta menjadi pondasi bagi pencapaian target jangka panjang tahun 2030. SKK Migas mengajak PCK2L agar potensi yang ada bisa dioptimalkan, jika ada hambatan mari kita diskusikan dan cari jalan keluar bersama," jelasnya.
Diketahui, baik SKK Migas dan Petronas tengah mendukung target pemerintah Indonesia untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak per hari.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.