JAKARTA – Istri Indra Bekti, Aldila Jelita membuka penggalangan dana untuk biaya pengobatan suaminya. Diketahui bahwa Bekti harus menjalani dua operasi lantaran mengalami penggumpalan darah di otak.
“Biayanya sudah sangat besar di hari keempat ini, aku mau memberi tahu kalau kami lagi agak berat. Kami lagi usahakan banget, kami lagi ingin buka penggalangan dana untuk Mas Indra,” ungkap Aldila saat ditemui wartawan, Sabtu, 31 Desember 2022.
Hal itu mengundang hujatan dari netizen. Pasalnya Indra Bekti merupakan seorang publik figur yang sudah puluhan tahun berkarya. Seharusnya mereka masih memiliki sejumlah aset yang bisa dijual untuk biaya pengobatan.
Baca Juga: Iuran BPJS Kesehatan Penyandang Disabilitas Ditanggung Pemerintah, ODGJ Diprioritaskan
Namun banyak juga para netizen yang mempertanyakan apakah BPJS kesehatan menanggung operasi pendarahan otak.
Dalam Permenker (Peraturan Kementerian Kesehatan) 52 Tahun 2016 disampaikan bahwa pendarahan otak masuk dalam daftar penyakit yang dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Di mana kasus pendarahan otak seperti yang dialami Indra Bekti bisa dibiayai BPJS Kesehatan, baik perawatan di RS maupun biaya operasi.
Adapun biaya operasi kasus pendarahan otak di setiap rumah sakit berbeda-beda. Biayanya mulai dari Rp Rp720.000 sampai Rp100 jutaan.
Dikutip Okezone, Selasa (3/1/2023), berikut 144 penyakit yang ditanggung oleh BPJS kesehatan.
Mata kering
Blefaritis
Hordeolum
Trikiasis
Episkleritis
Hipermetropia ringan
Miopia ringan
Astigmatism ringan
Presbiopia
Baca Juga: Tahun Depan, Pemerintah Tanggung Iuran BPJS Kesehatan untuk Penyandang Disabilitas
Buta senja
Otitis eksterna
Otitis Media Akut
Serumen prop
Mabuk perjalanan
Furunkel pada hidung
Rhinitis akut
Rhinitis vasomotor
Rhinitis alergika
Benda asing
Kejang demam
Tetanus
Hepatitis A
Disentri basiler, disentri amuba
Hemoroid grade ½
Infeksi saluran kemih
Gonore
Pielonefritis tanpa komplikasi
Fimosis
Parafimosis
Sindroma duh (discharge) genital (Gonore dan non gonore)
Infeksi saluran kemih bagian bawah
HIV/AIDS tanpa komplikasi
Tension headache (sakit kepala tegang)
Migrain
Bell's palsy
Vertigo
Gangguan somatoform
Insomnia
Benda asing di konjungtiva
Konjungtivitis
Perdarahan subkonjungtiva
Epistaksis
Influenza
Pertusis
Faringitis
Tonsilitis
Laringitis
Asma bronchiale
Bronchitis akut
Pneumonia, bronkopneumonia
Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
Hipertensi esensial
Kandidiasis mulut
Ulcus mulut (aptosa, herpes)
Parotitis
Infeksi pada umbilikus
Gastritis
Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
Refluks gastroesofagus
Demam tifoid
Intoleransi makanan
Alergi makanan
Keracunan makanan
Penyakit cacing tambang
Strongiloidiasis
Askariasis
Skistosomiasis
Taeniasis
Vulvitis
Vaginitis
Vaginosis bakterialis
Salphingitis
Kehamilan normal
Aborsi spontan komplit
Anemia defisiensi besi pada kehamilan
Ruptur perineum tingkat ½
Abses folikel rambut/kelj sebasea
Mastitis
Cracked nipple
Inverted nipple
DM tipe 1
DM tipe 2
Hipoglikemi ringan
Malnutrisi energi protein
Defisiensi vitamin
Defisiensi mineral
Dislipidemia
Hiperurisemia
Obesitas
Anemia defiensi besi
Limphadenitis
Demam dengue, DHF
Malaria
Leptospirosis (tanpa komplikasi)
Reaksi anafilaktik
Ulkus pada tungkai
Lipoma
Veruka vulgaris
Moluskum kontangiosum
Herpes zoster tanpa komplikasi
Morbili tanpa komplikasi
Varicella tanpa komplikasi
Herpes simpleks tanpa komplikasi
Impetigo
Impetigo ulceratif (ektima)
Folikulitis superfisialis
Furunkel, karbunkel
Eritrasma
Erisipelas
Skrofuloderma
Lepra
Sifilis stadium 1 dan 2
Tinea kapitis
Tinea barbe
Tinea facialis
Tinea corporis
Tinea manus
Tinea unguium
Tinea cruris
Tinea pedis
Pitiriasis versicolor
Candidiasis mucocutan ringan
Cutaneus larvamigran