Sri mengingatkan bahwa cost of fund yang tinggi akan mempengaruhi kegiatan ekonomi secara keseluruhan.
Dia pun mencontohkan bagaimana suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) dinaikkan hingga 425 basis poin oleh The Fed sepanjang 2022.
"Di Desember 2022, The Fed menaikkan suku bunga acuan 0,5% menjadi 4,25% hingga 4,5%, ini the fastest, the highest in the history of America. Bahkan Bank Indonesia (BI) saja menaikkan suku bunganya hingga 200 basis poin atau 2% sepanjang 2022," kata Sri.
Maka dari itu, untuk 2023, Sri Mulyani memiliki pesan khusus untuk para bankir dalam menghadapi 2023 agar lebih belajar melihat fenomena, data, dan juga memahami konteks dari hal-hal yang sudah terjadi.
"Ini supaya Anda tidak kaget, dan juga better equipped dalam menghadapi yang disebut extraordinary situation. Anda akan jauh lebih baik dalam menyiapkan situasi yang kadang-kadang tidak biasa," pungkas Sri.
(Zuhirna Wulan Dilla)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.