Share

RI Perkuat Perdagangan Selatan-Selatan, Begini Kata Erick Thohir

Suparjo Ramalan, MNC Portal · Senin 23 Januari 2023 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 23 320 2751517 ri-perkuat-perdagangan-selatan-selatan-begini-kata-erick-thohir-VCci2ejgoO.JPG Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Indonesia terus memperkuat posisinya dalam kerja sama bilateral dan multilateral melalui Perdagangan Selatan-Selatan (KSS). Berbagai strategi pun ditempuh pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membeberkan, sejumlah strategi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Salah satunya menggaet investor dari negara Perdagangan Selatan-Selatan.

"Presiden kemarin bilang dorong Perdagangan Selatan-Selatan. Pakistan India, Afrika, semuanya," ungkap Erick, saat ditemui di kawasan Park Hyatt, Jakarta Pusat, Senin (23/1/2023).

 BACA JUGA:Erick Thohir Cemburu Pak Bas Diberi Potongan Kue dari Megawati, Menteri Basuki: Dia Gak Dapat

Erick mencontohkan, salah satu implementasi Indonesia atas strategi Perdagangan Selatan-Selatan adalah kerja sama antara PT Angkasa Pura II (Persero) dengan GMR Airport International, perusahaan asal India.

Kedua entitas tersebut secara resmi pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut). Kolaborasi tersebut digadang-gadang bisa menyaingi Changi Airport dan KLIA, Malaysia sebagai bandara hub regional.

Bahkan, dia yakin keberadaan GMR Airport International sebagai mitra Angkasa Pura II akan menambah jumlah penerbangan dan penumpang di Bandara Kualanamu.

 

Baca Juga: Hadirkan Acara Meet Eat Inspire, Hypernet Technologies Tawarkan Layanan untuk Produk Server dan Storage

Follow Berita Okezone di Google News

Di mana, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 54 juta orang selama 30 tahun mendatang. Saat ini pengunjung di bandara tersebut baru mencapai 2,2 juta orang.

"Apa yang kita kunci dari mereka (GMR)? Kualanamu yang pengunjungnya sekarang 2,2 juta, kita kunci 30 tahun lagi mesti 54 juta. yang tadinya mereka traveling ke Singapura, Malaysia, kita belokin ke Kualanamu harganya lebih murah," ucap dia.

Adapun komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu terbagi atas 51 persen milik Angkasa Pura Aviasi dan 49 persen dimiliki GMR. Pemegang saham mencatat kerja sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara.

"Kita bicara dengan ekosistem, contoh Angkasa Pura II sama GMR, ini India. Kualanamu kita partner sama GMR. Ribut semua, saya bilang kita punya 51 persen, India 49 persen, kita juga punya buyback close kalau mereka nggak deliver," tuturnya.

Erick juga memastikan kerja sama Angkasa Pura II dan GMR akan diperluas di sektor kargo, bila target jumlah penumpang di Kualanamu bisa terealisasi.

"Ini kalau benar jalan, nanti kita pindahin juga yang namanya kargonya," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini