Di mana, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 54 juta orang selama 30 tahun mendatang. Saat ini pengunjung di bandara tersebut baru mencapai 2,2 juta orang.
"Apa yang kita kunci dari mereka (GMR)? Kualanamu yang pengunjungnya sekarang 2,2 juta, kita kunci 30 tahun lagi mesti 54 juta. yang tadinya mereka traveling ke Singapura, Malaysia, kita belokin ke Kualanamu harganya lebih murah," ucap dia.
Adapun komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu terbagi atas 51 persen milik Angkasa Pura Aviasi dan 49 persen dimiliki GMR. Pemegang saham mencatat kerja sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara.
"Kita bicara dengan ekosistem, contoh Angkasa Pura II sama GMR, ini India. Kualanamu kita partner sama GMR. Ribut semua, saya bilang kita punya 51 persen, India 49 persen, kita juga punya buyback close kalau mereka nggak deliver," tuturnya.
Erick juga memastikan kerja sama Angkasa Pura II dan GMR akan diperluas di sektor kargo, bila target jumlah penumpang di Kualanamu bisa terealisasi.
"Ini kalau benar jalan, nanti kita pindahin juga yang namanya kargonya," ujar dia.
(Zuhirna Wulan Dilla)