Share

Menakar Prospek Emiten Automotif di Tengah Kenaikan Suku Bunga BI

Anggie Ariesta, MNC Portal · Selasa 24 Januari 2023 14:51 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 278 2752018 menakar-prospek-emiten-automotif-di-tengah-kenaikan-suku-bunga-bi-ER6CiSxe13.jpg Saham automotif di tengah kenaikan suku bunga BI (Foto: Freepik)

JAKARTA – Menakar prospek emiten automotif di tengah kenaikan suku bunga BI. Pasar automotif dipandang terus bergeliat usai dihantam pandemi Covid-19. Meski demikian, di tengah naiknya tingkat suku bunga acuan dari Bank Indonesia dipandang tidak akan mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor dalam jangka pendek.

Pernyataan tersebut didukung oleh beberapa analis yang menilai, dampak kenaikan suku bunga tersebut tidak begitu berpengaruh untuk saham-saham sektor automotif selama diiringi selama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif.

Di lain sisi, adanya perpanjangan insentif uang muka untuk kredit kendaraan bermotor hingga akhir 2023 kembali memberikan angin segar untuk sektor tersebut.

Faktor lain adalah prospek kinerja beberapa emiten yang bergelut di bisnis komponen automotif menjajaki ekspansi ekosistem kendaraan listrik yang diharapkan bisa memoles kinerja usaha dan pergerakan sahamnya hingga jangka panjang.

Sayangnya, Analis Samuel Sekuritas Pebe Presia melihat untuk jangka pendek, kontribusi bisnis komponen ke kinerja bisnis emiten automotif pada bisnis utamanya masih mini.

"Efek ke emiten kami lihat akan signifikan di jangka panjang," ujarnya, Selasa (24/1/2023).

Baca Juga: 50 Tahun Berkarya, Indomie Konsisten Hidupkan Inspirasi Indomie untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Pebe memandang ada sejumlah segmen produk yang potensial selain memasok komponen kendaraan listrik. Terutama pada komponen Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) alias charging station.

Sebagai informasi, emiten komponen automotif yang gencar menggeber ekspansi ke kendaraan listrik di antaranya ada PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA).

Sementara Analis Reliance Sekuritas Lukman Hakim melihat, jika melihat penjualan mobil pada September 2022 yang kembali ke level 96.956 unit, hal ini memberikan sinyal positif bahwa adanya kebijakan insentif tersebut turut mendorong penjualan di tengah tingginya inflasi dan kenaikan suku bunga. Secara umum, Lukman memandang saham-saham sektor automotif masih memiliki prospek yang cukup baik.

"Kenaikan suku bunga akan tetap berdampak negatif, namun tidak berdampak terlalu besar jika diiringi ekonomi Indonesia yang masih tumbuh," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini