Share

Harga Emas Berjangka Naik 3 Hari Berturut

Clara Amelia, Okezone · Selasa 24 Januari 2023 07:52 WIB
https: img.okezone.com content 2023 01 24 320 2751703 harga-emas-berjangka-naik-3-hari-berturut-QGTCpNBHv3.jpg Harga emas berjangka naik (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga emas berjangka hari ini menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Harga emas mencatat kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut ditopang oleh ekspektasi ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan segera berhenti menaikkan suku bunganya, namun penguatan dolar membatasi keuntungan lebih lanjut.

Dilansir dari Antara, Selasa (24/1/2023), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi Comex New York Exchange, sedikit menguat USD0,40 atau 0,02% menjadi ditutup pada USD1.928,60 per ounce.

Volume perdagangan di pasar logam mulia juga relatif lebih kecil di awal pekan ini, di tengah libur pasar di beberapa negara Asia, terutama China, untuk Tahun Baru Imlek. Pasar China akan ditutup untuk sisa minggu ini.

Emas tetap berada di level tertinggi sejak April 2022. Pasar memperkirakan bahwa meskipun Federal Reserve terus menaikkan suku bunganya dengan kecepatan yang melambat, bank sentral akan segera menghentikan kenaikan suku bunga karena tekanan inflasi terus berkurang.

Fokus minggu ini tepat pada data PDB kuartal keempat AS, yang akan dirilis pada Kamis (26/1/2023). Pertumbuhan diperkirakan melambat pada kuartal keempat dari kuartal ketiga, karena dampak kebijakan moneter yang lebih ketat mulai dirasakan oleh perekonomian.

Baca Juga: BuddyKu Fest: 'How To Get Your First 10k Follower'

Follow Berita Okezone di Google News

Sementara itu, Indeks Utama Ekonomi AS dari The Conference Board yang dirilis pada Senin (23/1/2023) mencatat penurunan 1,0% menjadi 110,5 pada Desember, menyusul penurunan 1,1% pada November, memberikan dukungan terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 38,1 sen atau 1,59%, menjadi menetap di USD23,55 per ounce. Platinum untuk pengiriman April meningkat USD8,50 atau 0,81%, menjadi ditutup pada USD1.056,30 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini