Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Mau Jadi Negara Maju, Menperin: Jangan Takut Hilirisasi

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2023 |11:40 WIB
RI Mau Jadi Negara Maju, Menperin: Jangan Takut Hilirisasi
Menperin Syukuri Kinerja Manufaktur di Awal 2023. (Foto: Okezone.com/Kemenperin)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menilai bahwa deru mesin sektor industri pengolahan nonmigas Tanah Air masih berjalan baik di awal tahun ini. Terlihat dari Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia dalam tahap ekspansif karena berada level 51,3 di Januari 2023.

“PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2023 ini naik dibanding bulan Desember 2022 yang berada di angka 50,9. Kinerja gemilang ini sejalan dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Januari 2023 yang telah kami rilis sebelumnya, dengan menunjukkan posisi 51,54 atau meningkat dibandingkan IKI Desember 2022 yang berada di level 50,9,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Kamis (2/2/2023).

Baca Juga: Kinerja Moncer Bank-Bank BUMN, Erick Thohir: Jaga Kepercayaan Rakyat

Menurutnya, lonjakan PMI manufaktur lantaran kenaikan tingkat output dan permintaan baru. Artinya, para pelaku industri masih optimistis dan merespons secara positif terhadap sejumlah kebijakan dan kondisi ekonomi nasional, sehinga mereka memperluas aktivitas untuk produksi dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Agus pun bersyukur karena kondisi ekonomi nasional semakin pulih. Hal ini seiring dengan upaya percepatan pengendalian pandemi Covid-19.

“Kita bisa mengakselerasi pengendalian Covid-19 dengan baik, dan akhir tahun 2022 PPKM sudah dicabut,” tuturnya.

Baca Juga: Kawal Hilirisasi, Jokowi Minta Perbankan Beri Kredit untuk Proyek Smelter

Untuk itu, Menperin memberikan apresiasi kepada para pelaku industri manufaktur di tanah air yang semakin bergeliat. Apalagi tekanan global dari sisi ekonomi mulai mereda.

“Seperti yang Bapak Presiden sampaikan, bukan berarti resesi tidak terjadi, bisa saja belum. Jadi, kita memang harus tetap optimis, tetapi harus waspada,” imbuhnya.

Agus menyatakan, kebijakan hilirisasi industri menjadi kunci pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah konsisten menjalankan industrialisasi secara terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Inilah yang akan mendorong lompatan negara berkembang menjadi negara maju. Jadi, agar bisa menjadi negara maju, kita tidak boleh takut menghilirkan bahan-bahan mentah yang ada di negara kita,” ujarnya

PMI manufaktur Indonesia pada Januari 2023 mampu melampaui PMI manufaktur ASEAN (51,0), Malaysia (46,5), Vietnam (47,4), dan Myanmar (49,6). Serta lebih tinggi dari Korea Selatan (48,5), Jepang (48,9), Taiwan (44,3), China (49,2), Uni Eropa (48,8) dan Amerika Serikat (46,8).

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement