Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengusaha Curhat: Sektor Ritel seperti Anak Tiri

Advenia Elisabeth , Jurnalis-Senin, 13 Februari 2023 |15:30 WIB
Pengusaha Curhat: Sektor Ritel seperti Anak Tiri
Ilustrasi Mal. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sektor ritel mengaku belum menjadi prioritas pemerintah sejak Indonesia dilanda pandemi hingga PPKM sudah dicabut.

Padahal, sektor tersebut berkontribusi paling besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yakni 53,56% Produk Domestic Bruto (PDB).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N. Mandey mengungkapkan selama pandemi Covid-19, sektor yang masuk dalam prioritas di antaranya kesehatan, komunikasi, energi, dan pariwisata. Sementara di bidang perdagangan seperti sektor ritel terlewatkan begitu saja.

 BACA JUGA:Sri Mulyani Terbitkan 8 SBN Ritel di 2023, Cari Utang Rp130 Triliun

"Sampai hari ini sayangnya ritel belum menjadi sektor prioritas. Itu tercermin baik dari APBN maupun RAPBN. Nah ini kita juga mau melihat RAPBN 2024 seperti apa. Tapi RAPBN yang sekarang kita belum menjadi sektor prioritas yang perlu dibantu atau diberikan subsidinya," ujar Roy saat berdialog di IDX Channel, Senin (13/2/2023).

Sektor ritel bak anak tiri yang hanya mendapat subsidi sama rata sama rasa.

Roy mencontohkan, saat pandemi sektor ritel diberikan pelonggaran jatuh tempo bayar pajak, kemudian di bebaskan PPN sewa.

Menurutnya, dibebaskannya PPN sewa tidak terasa manfaatnya bagi para pengusaha ritel. Sebab, hampir 80% ritel dibangun di tanah sendiri, atau tidak sewa.

Sehingga bantuan kepada peritel itu tidak bersifat general. Beda halnya jika pemerintah memberikan subsidi listrik kepada sektor ritel. Itu akan jauh lebih terasa.

Apalagi tunggakan listrik sangat terasa di sektor ini, dan berat membayar di saat kunjungan konsumen menurun.

"Subsidi listrik saja ritel tidak dapat. Sementara sektor produksi atau sektor hulu dari jam 12 malam sampai 7 pagi dapat diskon 30%. Nah saat ini ritel di jam-jam tertentu antara jam 10 pagi sampai 3 sore kita nggak mendapatkan subsidi. Seperti itulah yang di sektor kami mestinya di prioritaskan. Karena kami kan jadi kontributor bagi konsumsi rumah tangga," terang Roy.

Dia pun mengaku bahwa sudah sering melakukan komunikasi dengan seluruh Kementerian/Lembaga dan Badan agar sektor ritel bisa lebih diperhatikan. Namun, masih nihil.

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan seluruh Kementerian Lembaga dan Badan bahkan kita selalu menjadi garda terdepan untuk mencegah atau mengurangi inflasi," pungkas Roy.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement