JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI. Komisi VI menilai kinerja Kementerian BUMN sudah optimal selama masa pandemi Covid-19.
“Perlu diapresiasi BUMN-BUMN di Indonesia dapat tetap bertahan dalam situasi yang sulit, akibat pandemi Covid-19,” ujar Wakil Ketua Komisi VI, Aria Bima, saat rapat kerja (raker) dengan Kementerian BUMN, Selasa (14/2/2023).
Menurutnya, orang nomor satu di Kementerian BUMN berhasil mencatatkan kinerja positif Kementerian BUMN secara konsisten mulai dari awal pandemi Covid-19 hingga saat ini.
Baca Juga: Utang BUMN Naik Jadi Rp1.640 Triliun di 2022
Terbukti laba Kementerian BUMN terus meningkat. Di mana pada 2020 atau awal pandemi Covid-19, laba Kementerian BUMN tercatat hanya sebesar Rp13 triliun.
Namun angka tersebut meningkat mencapai Rp125 triliun berkat kerja nyata transformasi dan efisiensi yang dilakukan Kementerian BUMN di 2021. Terbaru, laba konsolidasi Kementerian BUMN kembali meningkat di tahun 2022.
Tak tanggung-tanggung, laba meningkat sebesar 140% dari Rp125 triliun di tahun 2021 menjadi Rp155 triliun di kuartal III-2022.
Baca Juga: Bahas Ongkos Pesawat Haji 2023, Erick Thohir: Jangan Sampai Garuda Nahan Sakit Lagi
“Tercatat sampai dengan kuartal III-2022, BUMN menunjukkan pertumbuhan kinerja secara positif yang ditandai dengan pertumbuhan laba konsolidasi, pertumbuhan pendapatan BUMN dan pertumbuhan aset BUMN,” pungkas Aria Bima.
Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memperkirakan laba BUMN sepanjang 2022 mencapai Rp303,7 triliun. Capaian tersebut meningkat Rp179 triliun dari laba bersih konsolidasi pada 2021.
Erick mengatakan, laba konsolidasi BUMN saat ini masih dalam tahapan diaudit. Demikian disampaikan Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI.
"Insya Allah nanti kalau di audited pasti ada kurang lebihnya sekitar Rp303,7 triliun, artinya ada peningkatan yang sangat signifikan sebesar Rp179 triliun," ungkap Erick.
Dia menjelaskan, total laba konsolidasi tersebut sudah termasuk laba nontunai Garuda Indonesia yang sebesar Rp55,7 triliun.
Kinerja moncer BUMN, ditandai dengan meningkatnya aset perusahaan dari Rp8.978 triliun pada 2021 menjadi Rp9.867 triliun pada 2022, ekuitas dari Rp2.778 triliun pada 2021 menjadi Rp3.150 triliun pada 2022.
(Feby Novalius)