Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wapres Minta Perusahaan Sawit Gandeng Pondok Pesantren

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 03 Maret 2023 |17:36 WIB
Wapres Minta Perusahaan Sawit Gandeng Pondok Pesantren
Wapres minta perusahaan sawit jadikan pesantren sebagai mitra (Foto: Setwapres)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin minta perusahaan sawit gandeng pondok pesantren menjadi mitra. Hal ini dia ungkapkan saat membuka Musyarawah Nasional (Munas) Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) IX, Jumat (3/3/2023).

Pada kesempatan tersebut Wapres menekankan, agar pemberdayaan masyarakat sekitar perkebunan lebih ditingkatkan. Misalnya, GAPKI dapat bekerja sama, membina, dan membimbing pondok pesantren dalam melahirkan santripreneur di bidang perkebunan dan industri kelapa sawit.

“Terdapat kurang lebih 34 ribu pondok pesantren di Indonesia dengan jumlah santri tidak kurang dari 4,76 juta orang," ujar Maruf Amin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/3/2023).

Wapres menjelaskan, ke depan industri kelapa sawit diyakini tetap menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional, karena mendukung sepertiga kebutuhan minyak nabati dunia. Diperkirakan, permintaan produk sawit untuk pangan atau oleofood akan mencapai USD106,16 miliar pada 2035, sedangkan untuk industri oleokimia mencapai USD190 miliar.

"Sekitar 44,2% pesantren punya beragam potensi ekonomi, mulai dari pengembangan koperasi UMKM dan ekonomi syariah, agribisnis, peternakan, perkebunan, maupun vokasional,” sambung Wapres.

Selain itu, industri kelapa sawit mampu menyediakan lapangan kerja yang berlimpah bagi kurang lebih 16,2 juta tenaga kerja, baik langsung maupun tidak langsung. Hal ini juga menguatkan upaya penurunan pengangguran dengan jumlah serapan tenaga kerja yang besar.

Sekedar informasi, saat ini industri kelapa sawit menjadi salah satu tumpuan sumber pendapatan negara, di mana devisa ekspor pada 2022 mencapai USD39,28 miliar. Angka ini tercatat sebagai rekor tertinggi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Untuk itu menurut Wapres, potensi itu harus dimanfaatkan dengan mengembangkan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. Salah satunya dengan melakukan pembinaan untuk melahirkan regenerasi enterpreneur utamanya dari kalangan santri.

“Perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan," pungkas Wapres.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement