Ketiga, Tiktok mengirimkan sebuah email kepada para klien untuk menjelaskan secara rinci bagaimana Tiktok akan memblokir data pengguna AS dari pemerintah China. Darren D'Altorio mengaku telah menerima email dengan judul, “Can the Chinese government request TikTok U.S. user data?"
“Project Texas akan mencegah Tiktok untuk memiliki akses yang tidak perlu pada data - data tersebut, termasuk tidak ada mekanisme persetujuan dimana data AS akan dibagikan dengan pemerintah Cina." tulis Tiktok dalam email tersebut.
Selain itu, Tiktok juga terus meluncurkan fitur terbaru yang memudahkan pengiklan untuk langsung mengubah video Tiktok mereka menjadi iklan.
Dengan berbagai strategi yang dimiliki Tiktok, CEO konsultan pemasaran Hawke Media, Erik Huberman mengatakan para perusahaan tidak akan benar - benar meninggalkan Tiktok sampai adanya tindakan nyata dari AS yang memblokir platform tersebut.
“Pemblokiran belum terjadi sampai mereka benar-benar memblokirnya,” pungkasnya
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.