JAKARTA - Pendistribusian BBM di masa arus mudik tahun ini dinilai positif terlihat dari minimnya antrean di SPBU Pertamina yang sebelumnya jadi salah satu penyebab kemacetan di berbagai titik arus mudik.
Padahal jumlah pemudik tahun ini diperkirakan meningkat tajam dibandingkan dengan tahun lalu.
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengungkapkan, tahun ini semua stakeholder yang terlibat terlihat lebih matang dari sisi persiapan.
"Alhamdulillah. Tidak banyak antrean kendaraan di SPBU yg dilaporkan dalam jalur mudik kemarin, termasuk pada saat puncak mudik sekitar tanggal 20 April lalu. Tentunya ini atas upaya persiapan yang baik dari Pertamina pihak SPBU, BPH Migas dan aparat lainnya, " ungkap Mulyanto seperti dilansir Antara, di Jakarta, Senin (24/10/2023).
Namun, Mulyanto meminta Pertamina dan Pemerintah jangan terlena. Pasalnya, arus balik kendaraan pasca pulang kampung tinggal beberapa hari lagi. "Ini harus kembali dipersiapkan dengan baik," katanya.
Sementara itu, pengamat energi dan Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menceritakan selama perjalanannya mudik ke wilayah Jawa Timur juga tidak menemukan adanya antrean panjang di SPBU.
"Sepanjang perjalanan mudik saya melihat ketersediaan BBM aman. Saya mampir pada sejumlah SPBU di beberapa rest area aman ketika saya tanya ketersediaan," ujar Komaidi.
Fazri, salah seorang pemudik dari Jakarta yang menuju ke Cirebon, mengaku tidak terlalu khawatir terhadap ketersediaan bahan bakar di mudik kali ini. Padahal jalur yang ditempuh sudah dipadati kendaraan. Dia pun sempat terjebak dalam kemacetan di wilayah Karawang Timur.
"Karena banyak petugas SPBU siaga 24 jam. Mereka juga siap jemput bola, pakai motor kalau ada kendaraan yang kehabisan BBM di tengah jalan," ujar Fazri.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyebut stok bahan bakar minyak (BBM) terjaga saat periode arus mudik Lebaran 2023 sehingga tidak terjadi kelangkaan.
"Alhamdulillah berhasil kami tangani dengan baik, tidak ada kelangkaan BBM di jalur-jalur mudik, stok BBM juga terjaga aman," ucap Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.
Berdasarkan hasil monitoring Pertamina Integrated Enterprise Data and Command Center (PIEDCC) Pertamina, kata Nicke, terlihat puncak arus mudik terjadi pada H-2 atau Kamis (20/4).
Nicke menambahkan laporan dari PIEDCC itu dikeluarkan setiap hari sehingga stok BBM bisa terus dimonitor secara langsung.
Setelah berhasil mengamankan stok BBM saat arus mudik, Pertamina selanjutnya akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah tujuan mudik dan daerah wisata.
"Tiga hari ini kami akan fokus mengelola pasokan BBM di daerah-daerah tujuan mudik dan daerah-daerah wisata dan selanjutnya kami akan siap-siap menyambut arus balik," kata Nicke.
(Feby Novalius)