Luhut bercerita bahwa saat mengunjungi lokasi konstruksi di bulan Agustus lalu, dia menginginkan agar lahan seluas 4,7 hektare yang telah dikerjasamakan dapat ditambah menjadi 10 hektare dan diperpanjang kontraknya menjadi 50 tahun.
Hal tersebut semata-mata ditujukan agar pusat pelatihan atletik terbesar dan terlengkap di Indonesia juga dapat dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang program latihan yang lebih intensif dan konsisten.
"Selain itu dalam Rakor kemarin, Kementerian PUPR juga sudah memastikan bahwa pembangunan lintasan sintetis dan lapangan akan bisa selesai pada awal Juni ini. Disusul dengan pembangunan Asrama dan fasilitas penunjang lainnya yang juga dipastikan selesai pada April tahun 2024 nanti," ucapnya.
Lutut mengatakan, sebagai salah satu cabor yang menjadi lumbung medali di berbagai kejuaraan pesta olahraga, sudah seharusnya atletik menjadi andalan Indonesia untuk mendulang prestasi.
Maka dari itu pembangunan Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan perlu terus didukung agar para atlet Indonesia memiliki fasilitas pelatihan terbaik berstandar internasional.
"Saya berharap dengan dimulainya pembangunan pusat pelatihan atletik berkonsep "one stop service training center" ini akan membakar semangat para atlet cabor atletik Indonesia sehingga terus berprestasi dan membawa nama harum bangsa di pentas olahraga kelas dunia," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.