Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Alihkan 75% Saham Waskita ke Hutama Karya

Safina Asha Jamna , Jurnalis-Selasa, 06 Juni 2023 |11:52 WIB
Pemerintah Alihkan 75% Saham Waskita ke Hutama Karya
BUMN alihkan saham Waskita ke HK (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah bakal melakukan pengalihan (inbreng) sebanyak 75% saham milik pemerintah di PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kepada PT Hutama Karya (HK). Kementerian BUMN menjelaskan inbreng dilakukan untuk percepat proyek pembangunan infrastruktur.

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, Kementerian BUMN sementara ini memiliki gagasan untuk melakukan inbreng aset Waskita ke HK.

"Jadi, porsi saham pemerintah kita inbreng-kan," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Selasa (6/6/2023).

Menurut dia, rencana transaksi inbreng akan dieksekusi setelah restrukturisasi keuangan Waskita selesai. Sebab HK yang akan menjadi pengendali Waskita saat ini juga mempunyai tugas berat untuk menuntaskan proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Untuk itu, dengan memasukkan Waskita ke bawah kendali HK, operasional Waskita Karya ke depannya menjadi lebih normal. Apalagi, HK memiliki banyak proyek sehingga nantinya WSKT bisa mengerjakan proyek yang diberikan HK dengan margin yang terukur.

Namun, Tiko belum bisa memastikan apakah Waskita akan menjadi anak usaha HK atau subholding. Yang pasti, gagasan besar Kementerian BUMN adalah mengalihkan saham Waskita kepada HK. Namun demikian Waskita akan tetap menjadi perusahaan terbuka karena yang di-inbreng hanya porsi saham milik pemerintah.

"HK tetap Non-Tbk karena HK masih mengerjakan proyek JTTS yang masih panjang. Kita selesaikan tahap satu dan dua sampai Tol Kapal Betung hingga 2024. Harapannya, bisa diterusin HK buat mengerjakan JTTS. Jadi, mustahil HK kita listing-kan karena penugasan Public Service Obligation-nya tinggi," kata Tiko.

Sebelumnya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk menargetkan untuk turut serta dalam sejumlah 243 lelang proyek yang bernilai total Rp121,75 triliun pada 2023. Mengutip laporan tahunan 2022, perseroan berencana ikut dalam 243 lelang proyek yang nilainya mencapai Rp121,75 triliun. Dari sejumlah lelang tersebut Waskita menargetkan dapat memenangkan 61 proyek senilai Rp20,19 triliun.

Sementara itu, Waskita menargetkan nilai kontrak baru yang diperoleh baik dari induk usaha maupun anak usaha mencapai Rp26,76 triliun untuk 2023. Untuk tahun 2023, jumlah lelang yang ditargetkan akan diikuti Waskita adalah sejumlah 243 proyek, dengan nilai mencapai Rp121,75 triliun. Waskita berhasil membukukan Nilai Kontrak Baru sebesar Rp20,23 triliun sampai dengan akhir tahun atau per Desember 2022. Total kontrak Rp20,23 triliun tercapai berkat tambahan kontrak baru pada Desember 2022.

Tambahan bersumber dari proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Proyek Pembangunan Terminal Kendaraan Pelabuhan Patimban Paket 5 di Subang, Jawa Barat dan Pembangunan Prasarana dan Sarana Pelabuhan Perikanan Daeo Majiko SKPT Morotai.

Berdasarkan pesanan, nilai kontrak Waskita dari proyek Pemerintah sebesar 63,64%, proyek Swasta sebesar 7,86%, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebesar 7,34% dan pengembangan bisnis anak usaha perseroan sebesar 21,17%.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement