BEKASI - Pembayaran nontunai kini menjadi pola transaksi yang makin masif seiring kemajuan teknologi. Oleh karena itu, para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus siap beradaptasi dengan hal tersebut.
Tujuannya agar pelaku UMKM memberikan pelayanan terbaik untuk para konsumen. Alhasil, konsumen akan nyaman akan akan bertransaksi lagi.
PGS (Pengganti Sementara) Pemimpin Cabang BRI Bekasi Juanda, Hendra Satya Darma mengatakan sebenarnya pelaku UMKM cukup antusias untuk menyediakan pembayaran nontunai. Namun, mereka harus beradaptasi dengan alat untuk pembayaran itu.

"Sebenarnya kesulitan mekanisme dan pembelajaran. Mereka harus diedukasi apa itu Qris dan EDC (Electronic Data Capture)," kata Hendra Satya Darma di Bekasi beberapa waktu lalu, Rabu (28/6/2023).
Dia mengatakan para pelaku UMKM pun harus mengetahui secara detail manfaat yang didapatkan dari pembayaran nontunai. Jadi, mereka akan lebih yakin untuk segera menyediakan metode pembayaran itu.
"Kemudian juga memberitahukan manfaat dan dampak positif menggunakan pembayaran nontunai. Memang butuh proses dari belum paham ke paham. Memang butuh proses dari pembayaran tunai ke nontunai," katanya.
"Menggunakan pembayaran nontunai akan terhindar dari uang palsu, rusak dan jauh lebih aman," ujarnya.
Hendra Satya Darma mengatakan sejauh ini pelaku UMKM memang cukup menyambut baik edukasi yang telah pihaknya berikan. Pasalnya, mereka ada keinginan untuk belajar demi kemajuan usahanya.
"Sejauh ini kami belum temukan adanya penolakan," ucapnya.
(Taufik Fajar)