Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Investigasi Dugaan Ekspor Ilegal 5 Juta Ton Nikel ke China, Menteri ESDM: Masa Segede Itu?

Atikah Umiyani , Jurnalis-Jum'at, 07 Juli 2023 |16:25 WIB
Investigasi Dugaan Ekspor Ilegal 5 Juta Ton Nikel ke China, Menteri ESDM: Masa <i>Segede</i> Itu?
ESDM Investigasi Dugaan Ekspor Nikel Ilegal ke China. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya dan Mineral (ESDM) melakukan investigasi dugaan ekspor bijih nikel ilegal ke China yang mencapai 5 juta ton.

"Masih dalam investigasi," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif ketika ditemui di Kantornya, Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Dia menuturkan, pendataan dan verifikasi yang saat ini dilakukan guna mengusut dari mana datangnya dugaan ekspor bijih nikel ilegal tersebut. Sebab dirinya juga masih mempertanyakan kebenaran soal adanya penyelundupan bijih nikel itu.

"Lima juta? masa segede itu sih. Yang saya tahu lima triliun ininya, lima juta? Makanya lagi diinikan (diselidiki)," terangnya.

Arifin menambahkan, ESDM juga tengah melakukan koordinasi dengan Bea Cukai lantaran dugaan itu berdasarkan data dari lembaga di bawah Kementerian Keuangan tersebut.

"Masih dalam proses, kan ini temuan ada di Bea Cukai. Kita di dalam masih melakukan pendataan dan verifikasi lagi dari mana datangnya. Kan kalau mau ekspor ada aturan yang harus diikutin lolosnya seperti apa," paparnya.

Dia juga mengakui kemungkinan adanya perbedanan data pencatatan antara Indonesia dan China.

"(Perbedaan pencatatan hs code?) Itu juga mungkin. Tapi kita lihat kan belum habis, tunggu, saya juga komunikasi dengan Bea Cukai," tutupnya.

Sebelumnya, Plt Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) juga telah menyebutkan kemungkinan adanya perbedan skema pencatatan antara pihak Indonesia dan China.

"Masih baru kita koordinasikan semuanya. Mungkin beda persepsi bea dan cukai di sana metodenya pakai apa, kita pakai apa, itu baru kita godok juga. Tadi barusan koordinasi juga dengan Kedutaan Besar kita di Beijing minta klarifikasinya seperti apa. Iya kita verifikasi semuanya karena memang tidak boleh ada ekspor," terangnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/7/2023) lalu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement