Dia memimpin sebuah konsorsium yang menginvestasikan USD1,6 miliar di perusahaan batu bara Indonesia, Bumi Resources.
Bumi Resources akan menambah sahamnya sebesar 200 miliar saham biasa seri C dengan harga pelaksanaan Rp120 per saham atau setara Rp24 triliun.
Jauh sebelum terjun ke bisnis batu bara, Anthoni Salim dan keluarga kaya raya dari Grup Salim dengan berbagai investasi di sektor makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi hingga energi.
Bisnis Grup Salim yang paling terkenal adalah produk mi instan yang digemari masyarakat Indonesia bahkan sudah mendunia yaitu Indomie yang di produksi oleh Indofood.
Selain Indofood, Grup Salim juga mempunyai bisnis ritel yaitu Indomaret, sawit jalan tol hingga jaringan restoran waralaba KFC.
Dia juga mempunyai sumber kekayaan dari kepemilikan saham, salah satunya seperti kepemilikan saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dengan porsi 11,12% dari yang sebelumnya hanya 3,03%.
Kenaikan harga saham DCII yang mencapai 11.864,3% sejak IPO pada 6 Januari 2021 menjadi salah satu pengaruh terbesar yang membuat kekayaan Anthoni Salim bertambah.
Selain itu, Anthoni Salim juga memiliki saham EMTK sebesar 9% yang setara dengan Rp12,01 triliun.
Baca Selengkapnya: Sumber Kekayaan Anthoni Salim, Raja Mi Instan Berharta Rp130 Triliun yang Kini Terjun Bisnis Batu Bara
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.