Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Erick Thohir: Kepemimpinan BUMN Tak Berdasarkan Sistem Bakal Terjadi Korupsi

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Minggu, 16 Juli 2023 |12:16 WIB
Erick Thohir: Kepemimpinan BUMN Tak Berdasarkan Sistem Bakal Terjadi Korupsi
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa Kepemimpinan yang tidak didasarkan pada satu sistem yang baik akan cenderung korupsi (absolute corrupt), khususnya kepemimpinan di internal perseroan negara.

Dasar pikir inilah yang membawa Erick membenahi perusahaan pelat merah melalui transformasi sistem, sejak dia diamankan menjadi orang nomor satu di Kementerian BUMN sejak 2019 lalu.

"Mungkin kalau sistemnya ini ngga ada, hanya people, ini bahaya. Kepemimpinan yang tidak berdasarkan sistem akan menjadi absolute corrupt," ujar Erick kepada wartawan, Minggu (16/7/2023).

Selain transformasi sistem, ada dua aspek fundamental yang diterapkan di BUMN yakni sumber daya manusia (SDM) dan key performance indicator (KPI).

Erick menjelaskan perbaikan sistem harus diawali dengan transformasi sumber daya manusia. Di mana, jajaran Direksi, Komisaris, hingga karyawan adalah orang-orang yang unggul dan mempunyai tujuan yang sama yakni memajukan perusahaan.

"Manusianya siap ga bertransformasi? Nah karena itu saya percaya yang namanya transformasi itu terjadi karena people," katanya.

"Nah ini kenapa kita dari awal yang namanya akhlak itu. Dan ini kalau kita lihat sejarah bangsa-bangsa besar di dunia pun apakah jepang dengan magic restoration itu ya bagaimana perubahan kultur tapi memang ingin maju," lanjut dia.

Terkait KPI BUMN, lanjut Erick, bisa mencapai jika terjadi pembaharuan SDM dan sistem. Adapun KPI BUMN disusun dengan tujuan untuk memastikan pencapaian sasaran- sasaran strategis, meningkatkan efektivitas pengendalian kinerja BUMN. Hingga mengoptimalkan upaya kapitalisasi potensi BUMN

"Nah akhirnya KPI atau hasil, jadi kita bisa melihat semua ini bertransformasi ada hasilnya. Nah itulah kenapa saya mengucapkan terima kasih, dukungan para Menteri dan juga dukungan tim di BUMN tidak mungkin kita sampai disini kita bisa memberikan dividen sampai Rp 80,6 triliun," ujar Erick.

(Taufik Fajar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement