Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Komitmen RI Pensiunkan PLTU Batu Bara

Sri Kurnia Ningsih , Jurnalis-Minggu, 23 Juli 2023 |05:36 WIB
6 Fakta Komitmen RI Pensiunkan PLTU Batu Bara
Pensiun PLTU Batu Bara (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membahas kembali komitmen pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim dan ekonomi hijau.

Pembangkitan komitmen tersebut pemerintah sedang mempercepat transisi energi dari energi fosil ke energi lebih rama lingkungan. Upayanya adalah agar mempercepat pengakhiran masa operasional alias mempensiunkan dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batu Bara.

Sri Mulyani menjelaskan, dalam upaya transisi energi menuju green economy, prinsip kerja sama dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan.

Melansir dari berbagai sumber, Kamis (20/7/2023), berikut RI pensiunkan PLTU Batu Bara.

1. Target Pencapaian Karbon Netral (Net Zero Emission)

Indonesia juga telah memasang target untuk bisa mencapai karbon netral alias net zero emission pada 2060. Untuk mencapai visi ini, salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mempensiunkan dini PLTU Batu Bara.

2. Implikasi dalam Mempensiunkan PLTU Batu Bara

Jika upaya pemerintah dalam mempensiunkan PLTU Batubara lewat kas negara, maka ada implikasi yang harus ditanggung oleh pemerintah. Misalnya subsidi listrik kepada masyarakat harus berkurang, atau bahkan ada dana-dana yang kemudian membengkak karena membutuhkan biaya yang tak sedikit.

3. Banyak Penolakan Investor

Alasan banyak investor yang menolak untuk ikut urunan atau membantu Indonesia mempensiunkan PLTU Batu Bara, sebab investor merasa bahwa hal ini sangat berlawanan dengan prinsip pembiayaan energi hijau. Oleh karena itu, kata Sri Mulyani persoalan ini tengah dibahas oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ketua DK OJK Mahendra Siregar menjelaskan, transisi energi secara bertahap dilakukan untuk memastikan bahwa stabilitas ekonomi dan sosial tidak terganggu.

Sebab, untuk mencapai tujuan ekonomi hijau, membutuhkan stabilitas politik, yang didukung oleh tatanan ekonomi dan sosial yang kuat.

4. Dukungan Anggota G20

Bagi Indonesia apa yang dilakukan konsisten dengan apa yang sudah disampaikan pada saat Indonesia menjadi tuan rumah Presidensi G20.

Indonesia pun didukung oleh banyak anggota G20 lainnya dan juga lembaga multilateral dan bilateral untuk mengumumkan Just Energy Transition Partnership (JETP), dan berhasil memperoleh komitmen US$ 20 miliar setara dengan Rp299 triliun.

5. Pensiunan PLTU Batu Bara Lebih Awal

Sri Mulyani mengungkapkan Indonesia, sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, akan pensiunkan PLTU berbahan bakar batu bara lebih awal.

Dalam hal ini, dia menuturkan pemerintah sudah mendesain dengan PLN untuk mengidentifikasi PLTU yang mau dipensiunkan dan biaya yang dibutuhkan. Semuanya dikalkulasi dengan baik untuk mencocokkan dengan kebutuhan APBN. Adapun, program penghentian ini turut mencakup PLTU swasta.

Tidak hanya itu, pemerintah juga tengah menyiapkan carbon tax atau pajak karbon, serta pasar karbon. "Apa yang saya mau sampaikan, Indonesia bekerja sangat serius dan kredibel untuk memenuhi komitmen ini," tegasnya.

6. Peluncuran ETM Country Platfrom

Untuk mempercepat pengakhiran masa operasional PLTU batu bara, pemerintah meluncurkan ETM Country Platform pada Senin (14/11/2022) saat presidensi G20 Indonesia di Bali.

ETM merupakan skema kerja sama yang ditawarkan pemerintah Indonesia untuk berbagai pihak agar bisa terlibat proyek energi bersih di Indonesia. ETM dibentuk untuk bisa memberikan ruang transparansi bagi para investor, lembaga donor internasional, maupun sektor swasta terhadap proyek energi bersih di Indonesia.

Menurut Sri Mulyani, ETM dibentuk supaya pembiayaan proyek energi bersih di Indonesia bisa dikolaborasikan melalui pembiayaan campuran dari segala sektor.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement