"Kinerja penerimaan akhir Juni yang telah melambat ke pertumbuhan single digit ini didorong oleh penurunan harga minyak bumi, yang terlihat dari kontraksi PPh migas sebesar 3,86%," ujarnya.
Selain itu, perlambatan ini juga disebabkan oleh penurunan impor karena kontraksi PPh 22 impor dan PPN Impor, masing-masing sebesar -2,4% dan -0,4%.
"Dari sisi sektoral, penurunan impor sejalan dengan perlambatan pertumbuhan sektor industri pengolahan dan perdagangan. Pada saat yang sama, sektor pertambangan melambat akibat penurunan harga komoditas," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.