Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

India Stop Ekspor Beras, Apa Dampaknya ke Dunia?

Nasya Emmanuela Lilipaly , Jurnalis-Selasa, 25 Juli 2023 |03:39 WIB
India Stop Ekspor Beras, Apa Dampaknya ke Dunia?
India stop ekspor beras (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - India stop ekspor beberapa kategori beras. Larangan ini dikarenakan kenaikan harga domestik dan kekhawatirannya akan terjadinya kekurangan hasil panen yang selanjutnya, hal tersebut dinilai dapat mendorong harga biji-bijian global saat rawan pangan menjadi hall yang cukup serius.

Dilansir VOA di Jakarta, India negara yang merupakan pengekspor beras terbesar di dunia, menyumbang 40% perdagangan beras ke global, yang di ekspor ke 140 negara.

Saat larangan tersebut diumumkan, pemerintah India mengatakan kalau harga beras mereka itu telah naik 11,5%. Bahkan di satu bulan terakhir kenaikan yang terjadi itu bisa mencapai 30%.

Dalam pernyataannya, Kementerian Urusan Konsumen India mengatakan telah mengubah kebijakan ekspor guna memastikan ketersediaan beras putih non-basmati yang memadai di pasar India, dan untuk menahan kenaikan harga di pasar domestik.

India mengumumkan kalau langkah pelarangan itu hanya tiga hari setelah Rusia menangguhkan “Bllack Sea Grain Initiatives” yang mengizinkan pengiriman (ekspor) Ukraina lewat Laut Hitam secara aman, memicu peringatan bahwa kedua kebijakan itu berpotensi menyebabkan lonjakan harga.

Salah satu editor pertanian di surat kabar Indian Express, Harish Damodaran, mengatakan pada VOA mengatakan dampak larangan beras di India pasti akan terasa pada harga global. Ini hanya beberapa hari setelah Rusia memutuskan tidak memperpanjang kesepakatan soal biji-bijian.

"Saat terjadi guncangan harga gandum, larangan ekspor beras India dapat menciptakan guncangan lebih lanjut di pasar pangan global," katanya.

Para analis memperkirakan India tidak mungkin melonggarkan pembatasan itu, setelah bergulat dengan inflasi pangan.

“Kenaikan harga pangan merupakan masalah sensitif bagi pemerintah India, yang sedang bersiap melangsungkan serangkaian pemilu di sejumlah negara yang merupakan bagian penting pada akhir tahun ini” disusul pemilu nasional pada April 2024.

Harga beras dan gandum menjadi sorotan utama di negara. Di mana sereal merupakan bagian utama dari makanan masyarakat berpenghasilan rendah. India telah memperketat ekspor pertaniannya sejak tahun lalu. Kebijakan yang melarang ekspor gandum lebih dari satu tahun lalu hingga kini masih berlaku.

Para analisis juga mengatakan meskipun india menjadi negara pengekspor beras terbesar kedua. Tetapi, ada kekhawatiran bahwa musim hujan yang tidak menentu akan merusak tanaman padi yang ditanam Juni lalu dan sedianya dapat dipanen September nanti.

Hujan lebat di bagian utara India dalam beberapa minggu terakhir telah memicju banjir dahsyat di daerah-daerah utama penanaman padi. Sementara curah hujan yang rendah di bagian selatan telah menghalangi petani menanam padi.

“Kami mengalami hujan lebat dan banjir di Punjab dan Haryana, dua negara bagian yang memasok surplus beras ke negara bagian lain,” ujar analis pertanian Devinder Sharma pada VOA.

"Sementara tragedi di selatan India adalah mereka tidak memiliki irigasi dan karenanya terdampak parah akibat kurangnya curah hujan. Jadi semua bisa kacau balau jika panen September nanti gagal… Oleh karena itu pemerintah benar-benar hati-hati. Mereka tidak mau mengambil risiko apapun," tambahnya.

Pembatasan ekspor beras mengecualikan satu varietas yang sebagian besarnya di ekspor ke Bangladesh dan beberapa negara lain di Afrika. Menurut para analis merupakan langkah diplomatik untuk memastikan tetap terjalinnya hubungan baik negara-negara itu dengan India.

Baca Selengkapnya: India Larang Ekspor Beras, Ini Dampaknya bagi Dunia

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement