JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai Rp149,83 triliun di Juli 2023.
Angka ini mencakup 49,4% dari target APBN 2023, namun turun 19,07% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA:
"Penerimaan kepabeanan dan cukai ini menurun dipengaruhi oleh turunnya bea keluar (BK) dan cukai," ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).
Namun, penerimaan bea masuk (BM) masih menunjukkan kinerja positif meski cenderung melambat. BM tumbuh 3,82% didorong kenaikan tarif efektif menjadi 1,45% dan menguatnya kurs USD hingga 4,06% yoy meskipun terjadi penurunan basis impor, dimana kinerja impor terkontraksi sebesar 7,09% yoy.
BACA JUGA:
"Penerimaan cukai turun 8,54% disebabkan penurunan produksi cukai hasil tembakau (CHT) utamanya dari golongan 1," ucap Sri.
Penerimaan CHT hingga Juli 2023 sebesar Rp111,23 triliun, turun 8,93% yoy akibat produksi kumulatif hingga bulan Mei 2023 yang turun 3,69%. Dan selain itu, tarif rata-rata tertimbang hanya naik 2,02% dari seharusnya 10%, yang disebabkan penurunan produksi SKM dan SPM gol 1 *(tarif tinggi).
BACA JUGA:
"BK turun 81,34% akibat harga crude palm oil (CPO) yang lebih rendah, dampak kebijakan flush out tahun 2022 dan turunnya volume ekspor mineral," tambah Sri.
Dia mencatat, BK produk sawit turun hingga 81,67% yoy dipengaruhi oleh harga CPO yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan kebijakan flush out tahun 2022.
"BK tembaga turun 81,43% yoy dipengaruhi turunnya volume ekspor tembaga yang mencapai 26,31% yoy," pungkas Sri.
(Zuhirna Wulan Dilla)