Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun Jadi Rp149,83 Triliun, Ini Biang Keroknya

Michelle Natalia , Jurnalis-Jum'at, 11 Agustus 2023 |15:42 WIB
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Turun Jadi Rp149,83 Triliun, Ini Biang Keroknya
Penerimaan kepabeanan dan cukai turun. (Foto: Freepik)
A
A
A

 

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa penerimaan kepabeanan dan cukai Rp149,83 triliun di Juli 2023.

Angka ini mencakup 49,4% dari target APBN 2023, namun turun 19,07% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 BACA JUGA:

"Penerimaan kepabeanan dan cukai ini menurun dipengaruhi oleh turunnya bea keluar (BK) dan cukai," ungkap Sri dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi Agustus 2023 di Jakarta, Jumat (11/8/2023).

Namun, penerimaan bea masuk (BM) masih menunjukkan kinerja positif meski cenderung melambat. BM tumbuh 3,82% didorong kenaikan tarif efektif menjadi 1,45% dan menguatnya kurs USD hingga 4,06% yoy meskipun terjadi penurunan basis impor, dimana kinerja impor terkontraksi sebesar 7,09% yoy.

 BACA JUGA:

"Penerimaan cukai turun 8,54% disebabkan penurunan produksi cukai hasil tembakau (CHT) utamanya dari golongan 1," ucap Sri.

Penerimaan CHT hingga Juli 2023 sebesar Rp111,23 triliun, turun 8,93% yoy akibat produksi kumulatif hingga bulan Mei 2023 yang turun 3,69%. Dan selain itu, tarif rata-rata tertimbang hanya naik 2,02% dari seharusnya 10%, yang disebabkan penurunan produksi SKM dan SPM gol 1 *(tarif tinggi).

 BACA JUGA:

"BK turun 81,34% akibat harga crude palm oil (CPO) yang lebih rendah, dampak kebijakan flush out tahun 2022 dan turunnya volume ekspor mineral," tambah Sri.

Dia mencatat, BK produk sawit turun hingga 81,67% yoy dipengaruhi oleh harga CPO yang lebih rendah dibandingkan tahun lalu dan kebijakan flush out tahun 2022.

"BK tembaga turun 81,43% yoy dipengaruhi turunnya volume ekspor tembaga yang mencapai 26,31% yoy," pungkas Sri.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement