JAKARTA – Menteri Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rayat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengakui anak muda atau milenial sulit untuk membeli rumah karena harganya terlalu tinggi.
Terutama jika harga rumah tidak diimbangi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
BACA JUGA:
Berikut beberapa fakta tentang pembangunan backlog rumah telah dirangkum Okezone, Minggu (13/8/2023).
1.Rumah Subsidi
Basuki mengatakan bahwa diperlukan insentif khusus untuk anak muda agar lebih mudah untuk membeli rumah. Sehingga pada akhirnya upaya tersebut juga menyapu upaya untuk penurunan angka backlog perumahan yang saat ini angkanya masih 12,7 juta.
"Anak-anak sekarang itu tidak akan bisa beli rumah. Saya tidak akan bisa beli rumah walaupun sudah kerja, apalagi karena tidak kerja. Jadi harus ada subsidi," ujar Menteri Basuki usai acara Munas REI di Jakarta, 9 Agustus 2023.
BACA JUGA:
2. Skema Insentif Rumah Subsidi
Menteri Basuki menjelaskan, saat ini skema insentif yang diberikan untuk kepemilikan rumah baru mencakup untuk rumah denga range harga Rp200 jutaan. Namun ke depan menurut range tersebut bisa ditambah untuk mengakomodir juga masyarakat berpenghasilan nanggung.
"Oh iya itu mungkin (sampai Rp300 juta). Itu tadi yang bebas PPN. Sekarang Rp200 jutaan. Nah kan itu makin dengan pertumbuhan ekonomi ini masih bisa (ditambah). Nanti saya akan berbicara dengan Menteri keuangan," jelasnya.
3. Tantangan Dalam Atasi Backlog
Namun, terdapat tantangan dalam upaya mengatasi backlog dan memenuhi kebutuhan generasi muda untuk memiliki rumah yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menteri Basuki menambahkan, apabila pertumbuhan ekonomi positif, maka akan lebih mudah generasi muda untuk memiliki hunian.
BACA JUGA:
"Tapi kalau tadi mendengar Pak Presiden itu pasti dari kemampuan beli masyarakat itu tergantung pada pertumbuhan ekonomi. Kalau kita pertumbuhan ekonomi bagus pasti mereka butuh. Nah disitu nanti ditunjang oleh subsidi," pungkasnya.
4. Inovasi Biaya Untuk Tekan Backlog
Direktur Jenderal Perumahan Iwan Suprijanto mengatakan salah satu upaya menekan angka backlog adalah dengan memberikan inovasi pembiayaan yang sesusai dengan portofolio pendapatan anak muda atau generasi milenial.
"Karena terus terang mayoritas generasi milenial ini banyak bekerja di sektoral informal, ada konten YouTuber dan sebagainya, yang bekerja secafa kreatif dan sebetulnya pendapatannya juga luar biasa," ujar Iwan dalam acara Akad Masal Bank BTN di Tangerang, 8 Agustus 2023.
5. Target Pemerintah
Dijelaskan juga, dalam RPJMN 2020-2024 Pemerintah menargetkan peningkatan akses rumah layak huni menjadi kurang lebih 70% untuk tahun 2024. Hal tersebut menurutnya dapat dicapai dengan cara menyediakan kemudahan akses pembiayaan.
6. Program FLPP
Dari sisi keterjangkauan harga rumah untuk masyarakat Indonesia, saat ini Kementerian PUPR memiliki program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), Subsidi Bantuan Uang Muka, dan program lainnya.
"Bung Hatta dalam kongres perumahan sehat pernah berkata, bahwa cita-cita perumahan rakyat tercapai apabila kita berusaha dengan penuh kepercayaan, semua pasti bisa," pungkasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.