Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD2 Triliun, 36 Negara Krisis

Hafizhuddin , Jurnalis-Rabu, 16 Agustus 2023 |15:53 WIB
Pandemi Covid-19 Gerus Ekonomi Global USD2 Triliun, 36 Negara Krisis
Dampak Besar Covid-19 pada Ekonomi Dunia. (Foto: Okezone.com/Pharma Technology)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Jokowi membeberkan dampak besar akibat Covid-19. Di mana perekonomia global atau dunia tergerus hingga USD2 triliun. Hal ini memaksa seluruh negara menggunakan instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan keuangan secara luar biasa.

"Tidak semua negara berhasil mengatasi krisis ini. Data IMF per Juni 2023 menunjukkan ada 36 negara yang berada dalam tekanan ekonomi akibat beban utang yang meningkat," kata Jokowi, dalam penyampaian Rancangan UU APBN 2024 beserta Nota Keuangan di Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Rabu (16/8/2023).

Jokowi pun bersyukur Indonesia telah berhasil mengatasi tantangan besar akibat pandemi tersebut dengan hasil yang baik. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menangani krisis kesehatan dengan cepat dan baik.

Indonesia, lanjut Jokowi, merupakan salah satu dari sedikit negara mdengan pemulihan ekonomi yang cepat, konsisten, dan inklusif. Pertumbuhan ekonomi selama tujuh kuartal terakhir, sejak akhir 2021, secara konsisten berada di atas 5,0%. Tingkat pengangguran berhasil diturunkan dari 6,26% pada Februari 2021 menjadi 5,45% pada Februari 2023.

"Sementara tingkat kemiskinan juga terus menurun menjadi 9,36% pada Maret 2023, dari puncaknya di masa pandemi 10,19% pada September n2021. Begitu juga dengan kemiskinan ekstrem yang turun dari 2,04% pada Maret 2022 menjadi 1,12% pada Maret 2023," ujarnya.

Menurut Jokowi, pemulihan ekonomi yang cepat dan kuat telah membawa Indonesia naik kelas, masuk kembali ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas(UpperMiddle Income Countries) di tahun 2022.

Pemulihan ekonomi Indonesia juga terus berlanjut. Semester-1 2023, ekonomi nasional tumbuh 5,1%. Inflasi Indonesia juga semakin terkendali dan mencapai 3,1% sampai dengan Juli 2023.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement