JAKARTA – Ada 5 daerah tersempit di NTT. Wilayah NTT atau Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu nama provinsi di Indonesia yang terletak bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini berada di dalam bagian kepulauan Sunda Kecil. Provinsi NTT memiliki luas wilayah 47.931,54 km persegi dengan jumlah populasi 5.446.285 orang per 2022.
NTT memiliki 1 kota dan 21 kabupaten, di antara kabupaten/kota tersebut ternyata ada daerah yang ukurannya masuk kategori sangat sempit. Luasnya hanya berkisar kurang dari 1.200 km persegi, bahkan, ada yang luasnya tidak mencapai 160 km persegi.
Penasaran dengan 5 daerah tersempit di NTT, berikut data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2022 yang dikutip Selasa (22/8/2023):
1. Kota Kupang
Kota Kupang memiliki luas wilayah hanya mencapai 159,33 Km persegi, Kota Kupang menjadi daerah paling kecil di NTT karena persentasenya hanya 0,34% dari total luas provinsi NTT.
Kota Kupang memiliki ciri khas yakni daerah yang dipenuhi batu karang dan dikenal sebagai daerah City Of Corals.
2. Sabu Raijua
Kabupaten Sabu Raijua memiliki luas wilayah hanya 460,96 Km persegi, sehingga menempati daerah terkecil di NTT. Persentase luas daerah Sabu Raijua hanya 0,99% dari total luas provinsi NTT.
3. Sumba Barat
Kabupaten Sumba Barat memiliki luas wilayah 757,41 km persegi, daerah Sumba Barat menjadi daerah terkecil di NTT nomor urut ketiga. Persentase luas Sumba Barat hanya 1,63% dari total luas provinsi NTT.
4. Malaka
Kabupaten Malaka memiliki luas wilayah 1.109,16 km persegi, Malaka merupakan daerah terkecil di NTT yang menempati nomor urut keempat. Persentase luas Malaka hanya 2,39% dari seluruh wilayah provinsi NTT.
5. Belu
Kabupaten Belu memiliki luas wilayah 1.127,25 km persegi, Belu merupakan daerah terkecil di NTT yang menempati urutan kelima. Persentase wilayah Belu hanya 2,43% dari total luas wilayah provinsi NTT.
Demikian informasi dan penjelasan seputar lima daerah Tersempit di NTT, yang dihimpun dan disempurnakan dari data BPS tahun 2022, semoga informasi ini dapat mencerahkan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)