JAKARTA - Harga emas berjangka melemah di akhir perdagangan Senin. Harga emas tertekan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 10 bulan terakhir sebagai respons terhadap peringatan Federal Reserve tentang suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange turun USD9,00 atau 0,46% menjadi USD1.936,60 per ounce.
Adapun indeks dolar memperpanjang kenaikannya sejak minggu lalu, mencapai level tertinggi sejak November. Dolar yang lebih kuat menghambat pembelian komoditas-komoditas dalam mata uang dolar, termasuk emas, oleh pemegang mata uang lainnya.
Dolar telah mengalami kebangkitan sejak The Fed pekan lalu memproyeksikan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada akhir tahun, meskipun mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk September di pertemuan kebijakan pada Rabu (20/9/2023).
The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali antara Februari 2022 dan Juli 2023, menambahkan total 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar dari sebelumnya yang hanya sebesar 0,25%.
Ketua Fed Powell mengatakan pada konferensi pers pekan lalu bahwa bank sentral tidak tergoyahkan dalam upayanya untuk mengembalikan inflasi ke target jangka panjang sebesar 2,0% dari level saat ini sebesar 3,7%.
"Kami siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, jika diperlukan," kata Powell, dikutip dari Antara, Selasa (26/9/2023).
"Fakta bahwa kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada pertemuan ini tidak berarti kami telah memutuskan bahwa saat ini kami telah atau belum mencapai kebijakan moneter yang kami inginkan," sambungnya.
Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemahkan harga emas, dikutip dari Xinhua.
Perekonomian AS yang tangguh terus menekan emas. Kenaikan harga emas masih terbatas karena para pengambil kebijakan Federal Reserve terus mempertahankan sikap hawkish untuk pertemuan kebijakan moneter mendatang.
Investor dengan hati-hati memantau kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada November, sambil menunggu laporan produk domestik bruto (PDB) AS yang akan dirilis pada Kamis (28/9/2023).
Sementara itu, logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember merosot 45,90 sen atau 1,93% menjadi USD23,385 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober jatuh USD16,60 atau 1,78% menjadi USD917,50 per ounce.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.