JAKARTA - Harga minyak mentah turun di bawah level USD90 per barel. Harga minyak turun karena AS mungkin mencapai kesepakatan untuk meringankan sanksi terhadap Venezuela.
Melansir Reuters, Selasa (17/10/2023), harga minyak turun lebih dari USD1 barel pada perdagangan Senin seiring meningkatnya ekspektasi bahwa AS dan Venezuela akan segera mencapai kesepakatan untuk mengurangi sanksi terhadap ekspor minyak mentah Venezuela.
Sementara itu, para pedagang menilai konflik Israel-Hamas tampaknya tidak mengancam pasokan minyak dalam jangka pendek.
Minyak mentah berjangka Brent ditutup turun USD1,24 atau 1,4% menjadi USD89,65 per barel. Minyak mentah WTI turun USD1,03 atau 1,2% menjadi pada USD86,66 per barel
Sebelumnya, harga minyak dunia meroket hingga 7,5% pada perdagangan Jumat. Brent pun mengumumkan kenaikan mingguan tertingginya sejak Februari, mencapai 7,5%.
Kenaikan harga minyak karena para investor memproyeksikan kemungkinan eskalasi konflik di Timur Tengah makin melebar dengan Israel yang memulai serangan daratnya di Jalur Gaza.
"Brent berjangka ditutup naik USD4,89 atau 5,7% pada harga USD90,89 per barel," dilansir MNC Portal Indonesia dari Reuters di Jakarta, Sabtu (14/10/2023).
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat (AS) pun naik sebesar USD4,78 atau 5,8% menjadi USD87,69 per barel. Untuk kenaikan mingguan WTI bahkan lebih tinggi dari 4%, mencapai level 5,9%.