JAKARTA - Gaza mulai kehabisan bahan bakar. Dilansir dari CNBC, PBB mengingatkan mengenai mulai menipisnya stok bahan bakar yang dimiliki oleh Gaza.
Salah satu rumah sakit yang terletak di daerah gaza memperingatkan kalau mereka akan tutup jika tidak ada pemasukan bahan bakar. Tidak hanya bahan bakar, penipisan juga terjadi pada beberapa bahan lain seperti air, obat-obatan, dan makanan.
Badan bantuan untuk Pengungsi Palestina menyatakan kalau pihak mereka tidak dapat melakukan operasi jika tidak adanya bantuan pasokan bahan bakar setelah Rabu malam. Sehingga tindakan yang dapat dilakukan juga mulai minim.
Dalam hal ini, bahan bakar ini sendiri diperlukan untuk transportasi, desalinasi air, dan menjalankan peralatan medis.
Berdasarkan informasi dari sumber, pasukan pertahanan Israel sendiri bersikeras bahwa bahan bakar sebenarnya ada di Gaza tetapi dimonopoli oleh Hamas.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres semalam memperingatkan bahwa akibat perang antara Israel dan Palestina ini membuat situasi kian memburuk dari waktu ke waktu.
“Keluhan rakyat Palestina tidak bisa menjadi pembenaran atas serangan mengerikan yang dilakukan Hamas. Serangan-serangan mengerikan itu tidak bisa membenarkan hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina,” katanya di platform media sosial X.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)