Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dijenguk John Kerry di Singapura, Luhut Bahas Pengurangan Emisi

Asla Lupanda , Jurnalis-Sabtu, 11 November 2023 |19:19 WIB
Dijenguk John Kerry di Singapura, Luhut Bahas Pengurangan Emisi
Luhut Dapat Kunjungan dari Spesial US Presidential Envoy for Climate John Kerry. (Foto: Okezone.com/Marves)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melakukan pertemuan dengan Special US Presidential Envoy for Climate John Kerry. Keduanya membahas kerjasama pengurangan emisi di tengah kondisi pemulihannya di Singapura.

Pertemuan dilakukan di Singapura, saat John Kerry datang menjenguk Luhut yang tengah melakukan pemulihan kesehatan.

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas potensi besar Indonesia dalam pemanfaatan Carbon Capture Storage (CCS atau penyimpanan penangkapan karbon) di depleted reservoir dan saline aquifer, yang memiliki potensi hingga 400 giga ton dan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi emisi di sektor migas dan sektor lainnya.

"Inisiatif ini dapat menghasilkan dana miliaran dolar yang akan sangat bermanfaat bagi rakyat Indonesia, serta membantu memacu perkembangan teknologi negara kita, sejalan dengan komitmen kita terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan," kata Luhut, dikutip dari Antara, di Jakarta, Sabtu (11/11/2023).

Luhut menyampaikan harapannya untuk diskusi lebih lanjut dan meminta John Kerry agar dapat menghubungi White House Senior Advisor to the President for Energy and Investment, Amos Hochstein, guna membahas kerja sama di bidang mineral kritis.

Pada kesempatan yang sama, Luhut juga menyampaikan rasa terima kasih kepada AS atas pembebasan dana Pertamina sebesar 300 juta dolar AS yang sempat mengendap di Venezuela.

"Kita sebelumnya mengalami kendala karena permasalahan antara Amerika dan Venezuela, yang menyebabkan dana Pertamina tertahan selama hampir 3-4 tahun, dan Amerika telah membantu menyelesaikan hal tersebut," ungkapnya.

Luhut menambahkan, bantuan ini menandakan hubungan baik dan kepercayaan yang kuat antara Indonesia dan Amerika, yang membuka jalan untuk kerja sama lebih lanjut di masa depan.

Selain bertemu dengan John Kerry, selama masa pemulihannya Luhut juga tetap melakukan serangkaian dialog penting, di antaranya berkomunikasi via telepon dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan juga dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Dengan Menlu Wang Yi, Luhut menyampaikan rasa apresiasi dan kebahagiaan Presiden Xi atas peresmian Kereta Cepat Jakarta Bandung yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo secara langsung beberapa waktu yang lalu.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement