Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ganjar-Mahfud Dorong ESG untuk Jaga Lingkungan Indonesia, Apa Itu?

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Kamis, 16 November 2023 |09:06 WIB
Ganjar-Mahfud Dorong ESG untuk Jaga Lingkungan Indonesia, Apa Itu?
Ganjar-Mahfud MD Dorong ESG untuk Jaga Lingkungan Indonesia. (foto: Okezone.com/MPI)
A
A
A

JAKARTA - Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD bertekad kuat untuk isu lingkungan hidup. Keseriusan ini hal penting untuk melindungi masa depan generasi mendatang.

Salah satu cara yang akan digunakan oleh Ganjar dan Mahfud adalah penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG)

Demikian disampaikan Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Deddy Yevri Sitorus.

Istilah Environmental, Social, and Governance, atau yang sering disingkat sebagai ESG, mungkin belum familiar bagi sebagian orang. Meskipun demikian, ESG merupakan faktor krusial dalam konteks perusahaan dan investasi.

Apa Itu ESG?

ESG merupakan kumpulan standar yang digunakan untuk menilai investasi berdasarkan kebijakan perusahaan serta mendorong perusahaan untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab.

Sejalan dengan informasi dari Sikapiuangmu OJK, ESG juga termasuk sebagai parameter dalam pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDG).

ESG merupakan konsep yang memprioritaskan kegiatan pembangunan, investasi, atau bisnis yang memiliki ketahanan dengan mempertimbangkan tiga faktor atau kriteria utama, yaitu lingkungan (environmental), sosial (social), dan tata kelola (governance).

Perusahaan yang mengadopsi prinsip-prinsip ESG dalam operasional bisnis dan kebijakan investasinya akan secara aktif menggabungkan dan menerapkan nilai-nilai pelestarian lingkungan, tanggung jawab sosial, dan praktik tata kelola yang baik.

ESG berkembang sebagai hasil kesadaran investor terhadap pentingnya bisnis yang berkelanjutan. Kesadaran ini mendorong perusahaan untuk menjadikan penerapan ESG sebagai komponen integral dari keputusan finansial jangka panjang.

Kriteria ESG

1. Environment (Lingkungan)

Kriteria lingkungan dalam kerangka ESG membicarakan cara perusahaan menilai dampak operasional bisnisnya terhadap lingkungan dan perannya sebagai penjaga keberlanjutan lingkungan.

Unsur dari Lingkungan meliputi:

- Penggunaan energi yang bersahabat dengan lingkungan atau bersumber dari energi terbarukan.

- Pengelolaan limbah untuk mencegah terjadinya polusi.

- Partisipasi dalam usaha pelestarian sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.

- Perlakuan etis terhadap hewan.

- Implementasi sistem manajemen risiko yang efektif dalam mengelola risiko lingkungan.

- Sikap atau tindakan terkait dengan perubahan iklim dan isu lingkungan lainnya.

2. Social (Sosial)

Kriteria sosial dalam kerangka ESG mengamati bagaimana perusahaan mempertimbangkan hubungan dan reputasi perusahaan terhadap para pemangku kepentingan, serta bagaimana perusahaan membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan seperti karyawan, pemasok, konsumen, masyarakat, komunitas, dan pihak terkait lainnya.

Unsur-unsur sosial mencakup:

- Pemilihan pemasok yang juga menerapkan kebijakan dan praktik ESG.

- Keterlibatan organisasi dalam pembangunan komunitas, baik melalui persentase laba atau kerja sukarela dari karyawan untuk kepentingan komunitas.

- Pemberian jaminan akan lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi karyawan.

- Penjaminan pertimbangan masukan dan harapan dari pemangku kepentingan terhadap organisasi.

3. Governance (Tata Kelola)

Kriteria tata kelola membicarakan bagaimana sebuah perusahaan dapat memiliki proses manajemen yang efisien dan berkelanjutan di dalam bagian internalnya.

Tata kelola terkait dengan aspek kepemimpinan perusahaan, kompensasi eksekutif, audit, kontrol internal, dan hak-hak pemegang saham.

Unsur-unsur tata kelola dalam kerangka ESG mencakup:

- Penggunaan metode akuntansi sesuai dengan standar yang ditetapkan.

- Jaminan bahwa semua pihak terkait memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan melalui pemungutan suara terkait isu-isu yang signifikan bagi perusahaan.

- Jaminan bahwa kontribusi politik tidak digunakan untuk memperoleh perlakuan istimewa dari penerima kontribusi.

- Jaminan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam kegiatan ilegal.

ESG memiliki peran yang sangat signifikan dalam dunia bisnis yang sedang menuju pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penerapan ESG juga dapat menghasilkan produk-produk yang berkualitas.

Tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap aspek sosial dan lingkungan.

Pihak-pihak yang mengadopsi penerapan ESG dianggap lebih tangguh atau memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi saat menghadapi krisis, dan mampu menciptakan nilai dan keuntungan dalam jangka panjang.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement