Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rukun Raharja (RAJA) dan United Tractors (UNTR) Beri Sinyal Bagi Dividen

Cahya Puteri Abdi Rabbi , Jurnalis-Rabu, 29 November 2023 |09:55 WIB
Rukun Raharja (RAJA) dan United Tractors (UNTR) Beri Sinyal Bagi Dividen
Rencana Pembagian Dividen RAJA dan UNTR. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) dan PT United Tractors Tbk (UNTR) memberi sinyal soal dividen tahun buku 2023.

Emiten RAJA milik Happy Hapsoro berkomitmen untuk membagikan dividen lebih besar dari tahun 2022 lalu. Pada 2022, RAJA telah membagikan dividen sebesar Rp67 Miliar atau setara dengan Rp15,87 per saham.

Sementara untuk tahun ini, perseroan menyebut nilai dividen akan lebih besar dibandingkan tahun lalu, namun perseroan belum dapat membeberkan besaran dividen yang akan dibagikan.

“Karena itu kan harus ada persetujuan di Rapat Umum Pemegang Saham, tapi paling tidak kami punya target bahwa dividen akan lebih besar dari tahun sebelumnya,” kata Direktur Utama RAJA, Djauhar Maulidi dalam Public Expose Live 2023, Rabu (29/11/2023).

Hingga kuartal III-2023, perseroan membukukan laba bersih sebesar USD12,6Juta, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD5,6Juta. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan mengalami kenaikan sebesar 26%, menjadi USD110Juta.

Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh sejumlah faktor, di antaranya adalah kenaikan penjualan gas baik dari gas pipa maupun CNG, terutama dengan adanya penambahan pelanggan baru di pulau sumatera. Selain itu kenaikan kontribusi dari sektor infrastruktur gas juga memberikan kontribusi yang cukup baik terutama dari toll fee pada pipa gas dan pipa minyak mentah milik perseroan.

“Kami berkomitmen memberikan hasil keuntungan secara rutin kepada para investor melalui pembagian dividen. Insha Allah tahun depan bisa lebih besar lagi dari tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Djauhar.

Adapun, saat ini perseroan tengah mengembangkan bisnis amonia sebagai bagian dari upaya ekspansi usaha di lini bisnis energi baru dan terbarukan (EBT). Dalam hal ini, perseroan telah menandatangani kesepakatan pembangunan pabrik amonia. Dalam pembangunannya, pabrik tersebut telah memasuki tahap front end engineering design.

Pabrik amonia RAJA nantinya memiliki kapasitas sebesar 700.000 ton. Dengan kapasitas tersebut, perseroan berpotensi mencatatkan peningkatan pendapatan. Namun, potensi tersebut akan sangat bergantung pada harga jual amonia pada saat pabrik mulai on stream.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengungkapkan potensi pembagian dividen tahun depan. Perseroan menyebut akan ada penurunan nilai dividen yang dibagikan jika dibandingkan dengan tahun 2023.

Sebagai informasi, pada akhir Oktober lalu perseroan telah melakukan pembayaran dividen interim sebesar Rp2,54 triliun. Di mana, para pemegang saham mendapat dividen sebesar Rp701 per saham.

Direktur UNTR, Iwan Hadiantoro mengatakan bahwa pembagian dividen akan mempertimbangkan sejumlah aspek seperti kebutuhan dana untuk belanja modal dan investasi. Mengingat perseroan saat ini tengah gencar melakukan investasi pada bisnis baru, maka nilai besaran dividen di tahun depan berpotensi mengalami penurunan.

“Tapi kami pertahankan secara historically, pembagian dividen di kisaran 40-50% (dari profit),” kata Iwan dalam Public Expose Live 2023.

Adapun pada 2022 lalu, nilai total dividen yang dibagikan UNTR kepada para pemegang saham sebesar Rp25,5 triliun atau Rp7.003 per saham. Iwan mengatakan, pembagian dividen sebesar itu kemungkinan tidak akan terjadi lagi karena rata-rata harga batu bara telah mengalami penurunan ke level US$150-US$160 per ton pada tahun ini.

Selain itu, perseroan juga sedang berfokus melakukan diversifikasi usaha ke bisnis yang lebih berkelanjutan, seperti di sektor non batu bara. Di mana hal tersebut membuat perseroan mengeluarkan anggaran lebih banyak untuk berinvestasi pada bisnis di sektor non batu bara.

“Mungkin kondisi seperti itu tidak akan terjadi lagi, karena kami berusaha sisihkan untuk belanja modal inovasi unit usaha,” imbuh Iwan.

Per September 2023, UNTR mengantongi laba bersih Rp15,34 triliun hingga kuartal III 2023. Angka itu turun 3,26% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp15,86 triliun.

Sementara itu, pendapatan UNTR mengalami kenaikan sebesar 6,62% menjadi Rp97,59 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp91,53 triliun. Secara rinci, segmen usaha kontraktor penambangan mendominasi dengan kontribusi sebesar 40%. Disusul oleh segmen usaha mesin konstruksi yang berkontribusi sebesar 29%.

Segmen usaha pertambangan batu bara berkontribusi sebesar 25%, segmen usaha pertambangan emas berkontribusi sebesar 4%, segmen industri konstruksi berkontribusi sebesar 2%, dan segmen usaha energi berkontribusi sebesar 1% dari total pendapatan UNTR.

(Feby Novalius)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement