JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim pencapaian APBN 2023 jauh lebih baik. Hal itu pun dibuktikan Sri Mulyani.
Kinerja positif APBN 2023 didukung pendapatan negara yang tetap tumbuh dan belanja negara yang terus dioptimalkan. Realisasi pendapatan negara mencapai Rp2.774,3 triliun atau 112,6% terhadap APBN 2023 atau 105,2% dari Perpres 75/2023. Capaian tersebut tumbuh 5,3% dibandingkan realisasi tahun 2022.
"Ini adalah capaian APBN yang luar biasa dan menjadi modal yang baik untuk kita memasuki tahun 2024, yang tentu juga akan diwarnai dengan berbagai tantangan baru," ujar Sri dikutip dari akun Instagram @smindrawati.
Selain itu, realisasi belanja negara mencapai Rp3.121,9 triliun melampaui alokasi APBN 2023. Capaian tersebut 102,0% dari APBN 2023 atau 100,2% dari Perpres 75/2023, atau meningkat 0,8% dari realisasi tahun 2022.
Sri menambahkan konsolidasi fiskal yang cepat dan konsisten tidak hanya mencerminkan pengelolaan fiskal yang membaik, tetapi juga meningkatkan kredibilitas dari APBN.
"Berbagai risiko global yang di prediksi pada awal perancangan APBN 2023 memang terjadi geopolitik, inflasi, dan suku bunga tinggi, disrupsi rantai pasok, dan sebagainya. Tetapi APBN tetap kita jaga dan disehatkan sehingga mampu melindungi dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia," lanjut Sri.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.